Logo
blackberry

Home

SM Cetak - Pendidikan

10 Agustus 2009
Suara Guru

Pentingnya Menyimak


PENGAJARAN menggunakan metode ceramah oleh para pengajar masih banyak ditemui di beberapa sekolah. Pendekatan ini masih lazim dan relevan pada penyampaian materi kepada para siswa.

Walau kini populer sistem Student Centre Learning (SCL), guru tetap memiliki peran penting dalam pengajaran di ruang kelas.

Penyampaian melalui ceramah terkadang menemui beberapa kendala, termasuk dari siswa. Saat penyampaian berlangsung, siswa sebagai subjek pembelajar tak begitu respek terhadap materi yang disampaikan.

Perhatian dan konsentrasi mereka pecah oleh beberapa hal, di antaranya lingkungan sekitar serta materi tak menarik dan terkesan monoton. Kini, para siswa cenderung menjadi pendengar sambil lalu dari ceramah guru.

Artinya, mereka kebanyakan sekadar mendengar bukan menyimak dengan seksama.

Tingkatan antara mendengar dan menyimak sangatlah jauh dan memiliki intensitas yang berbeda.
Mendengar (hearing) adalah suatu proses fisiologis di mana gelombang bunyi ditransformasikan menjadi impuls atau gerak hati saraf pendengaran.

Sedangkan menyimak (listening) adalah proses psikologis dari sarana untuk merasakan lambang dan tanda yang telah disandikan oleh saraf pusat menjadi pesan yang dapat dipahami (Ehninger: 1972).
Problematik Tak dapat dipungkiri, kegiatan pembelajaran bila dipahami, menurut Paul T Rankin, 9% adalah menulis, 16% membaca, 30% berbicara, dan 45 % menyimak. Bukti ini menjelaskan, keberadaan kegiatan menyimak sangat besar kuantitasnya.

Kita seringkali mendengar istilah Jawa melebu kuping tengen metu kuping kiwa (masuk dari telinga kanan dan keluar dari telinga kiri). Ilustrasi demikian mendedahkan pemahaman dan penghayatan ilmu atau informasi melalui media pendengaran masih sangat minim.

Fenomena ini diartikan sesuatu yang wajar, namun sebenarnya hal ini cukup problematik. Selama tidak terjadi perubahan, guru sebagai agen transfer pengetahuan melakukan hal yang sia-sia, dan siswa sebagai subjek pembelajar pun rugi karena proses penerimaan ilmu sekadar numpang lewat.

Seharusnya, perlu orientasi tentang pentingnya kegiatan menyimak bagi para siswa. Para siswa perlu dikenalkan bahwa menyimak selain penting juga sangat bermanfaat.

Pemahaman paradigma ini menentukan kesuksesan guru dalam mengajar. Pentingnya menyimak para siswa terhadap penjelasan guru memiliki dua alasan penting. Pertama, transfer ilmu dari guru ke siswa tersampaikan secara optimal. Kedua, pemahaman nilai etika pembelajaran di lingkungan kelas. (45)

— Masroh SAg, guru SMP NU Al-Ma’ruf Kudus


Berita Utama | Semarang Metro | Solo Metro | Suara Pantura | Suara Muria | Suara Banyumas | Suara Kedu | Internasional | Ekonomi & Bisnis | Wacana | Olahraga | Selebrita | Bincang-Bincang | Pendidikan | Kesehatan | Teknologi | Kampus | Gerbang | Hukum | Ekspresi Suara Remaja | Perempuan | Ragam |
Android

Home | News | SMCetak | Selebrita | Otomotif | Olahraga | Wanita | Lelaki | Sehat | Kuliner | Gaya | Kejawen | Layar

Download BlackBerry Launcher

 ©2014 suaramerdeka.com