Logo
blackberry

Home

SM Cetak - Semarang Metro

25 Oktober 2013
Termasuk Sriyono dan Elvi Zuhroh

Wakil Ketua DPRD Ditahan


SEMARANG- Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Ahmad Djunaedi bersama anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, AYSujianto ditahan oleh Pengadilan Tipikor Semarang.

Penahanan dilakukan Rabu (23/10) malam, usai sidang pembacaan dakwaan korupsi. Keduanya diduga terlibat korupsi asuransi fiktif APBD Kota Semarang tahun 2003. Kasus itu merugikan kas daerah hingga Rp 1,8 miliar.

Majelis hakim yang diketuai Erentuah Damanik juga menetapkan penahanan atas tiga mantan anggota DPRD Semarang yang terseret kasus itu. Ketiganya adalah Sriyono, Elvi Zuhroh dan Purwono Bambang Nugroho. ”Penahanan ini merupakan kesepakatan majelis hakim. Agar persidangan berjalan lancar,” kata Hakim Erentuah. Empat terdakwa selain Elvi Zuhroh ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IA Kedungpane Semarang.

”Kami terima empat tahanan, dititipkan oleh jaksa Kejari Semarang tadi malam pukul 11,” kata Kepala Pengamanan LP Kedungpane, Maliki, Kamis (24/10). Sedangkan Elvi Zuhroh ditahan di LPWanita Bulu Semarang.

Korupsi yang menjerat kelima terdakwa terjadi saat mereka masih duduk di kursi dewan periode 1999-2004. Dalam sidang Rabu malam lalu, kelima terdakwa dijerat pasal berlapis yang disusun secara alternatif subsideritas.

Pada dakwaan kesatu primer, jaksa menjerat lima terdakwa dengan Pasal 2 ayat (1) Undang- Undang (UU) 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diperbarui dengan UU 20 Tahun 2001. Sedangkan dalam dakwaan kesatu subsider, kelima terdakwa dijerat Pasal 3 perundangan yang sama.

Untuk dakwaan kedua primer, terdakwa dikenakan Pasal 12 (b), subsider Pasal 5 ayat (2) dan lebih subsider Pasal 11 UU 31/1999. Lalu untuk dakwaan ketiga, para terdakwa dikenakan Pasal 8 juncto Pasal 18 UU 31/1999. Dan pada dakwaan keempat terdakwa dijerat Pasal 12 (b) ayat (2) junctoPasal 12 (c).

Bocor

Pos anggaran asuransi jiwa untuk 45 anggota DPRD Kota Semarang tahun 2003 bocor. Pagu anggaran asuransi jiwa itu mencapai Rp 1,836 miliar untuk pembayaran premi asuransi jiwa ke perusahaan asuransi Pasaraya Life. Tertanggungnya adalah 45 anggota DPRD Semarang saat itu, dengan jangka waktu hingga akhir periode jabatan tahun 2004. Dari pagu anggaran, cair dana Rp 1,728 miliar. Namun dana itu tak disetorkan ke Pasaraya, malah dibagi merata ke 45 anggota dewan.

”Seharusnya dana digunakan untuk membayar premi asuransi. Akan tetapi justru dibagikan kepada anggota DPRD Kota Semarang, termasuk para terdakwa,” demikian Jaksa Penuntut Umum Ardito Muwardi membacakan dakwaan dalam sidang. Pembagian uang itu diserahkan oleh tiga pimpinan dewan saat itu, Ismoyo Subroto, Hamas Ghani dan Humam Mukti Azis. Berdasar dakwaan jaksa, sebelumnya ada rapat di antara ketiganya yang menyepakati pembagian dana tersebut. Masing-masing anggota dewan terlapor menerima Rp 38 juta.

Nyatanya yang diterima adalah Rp 36 juta. ”Selisih dua juta per anggota dewan tersebut mengalir kepada tiga pimpinan dewan, pimpinan Asuransi Pasaraya Life dan dua pegawainya,” lanjut Ardito. Semestinya dana tersebut tidak diterimakan tunai. Dan ketika tidak ada klaim sesuai dengan ketentuan produk asuransi jiwa itu, maka seharusnya dana asuransi kembali ke kas daerah. Atas dakwaan tersebut, Penasihat hukum lima terdakwa Kairul Anwar menyatakan menerima dakwaan dan tidak mengajukan nota keberatan.

Sidang akan dilanjutkan pekan mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi. Wachid Nurmiyanto Ketua DPD PAN Kota Semarang yang juga anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Semarang mengatakan, dirinya belum mengetahui secara persis soal penahanan salah satu kadernya Ahmad Junaedi dan anggota DPRD Kota dari PPP AY Sujianto. Penahanan dua anggota DPRD Kota Semarang juga mendapat tanggapan dari Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Menurut pria yang biasa disapa Hendi ini, dirinya memang belum tahu persis soal penahanan tersebut. ”Kami harapkan jajaran DPRD tetap bisa menjalankan tugasnya, tanpa terganggu adanya masalah ini,” tegasnya. (H89,H71,H35-72)



Berita Utama | Semarang Metro | Solo Metro | Suara Pantura | Suara Muria | Suara Banyumas | Suara Kedu | Internasional | Ekonomi & Bisnis | Wacana | Olahraga | Selebrita | Hukum | Perempuan | Ragam | Pendidikan | Kesehatan | Teknologi | Kampus | Gerbang | Ekspresi Suara Remaja |

Home | News | SMCetak | Selebrita | Otomotif | Olahraga | Wanita | Lelaki | Sehat | Kuliner | Gaya | Kejawen | Layar

Download BlackBerry Launcher

 ©2014 suaramerdeka.com