Logo
blackberry

Home
20 September 2013 | 02:51 wib | Semarang

Dewan Pengupahan Demak Ajukan Dua Angka UMK 2014

Share :Facebook Twitter Email

DEMAK, suaramerdeka.com - Dua angka Upah Minimum (UMK) 2014 berbeda diajukan Dewan Pengupahan Kabupaten Demak, Kamis (19/9). UMK 2014 yang dikehendaki Serikat pekerja/buruh sebesar Rp 1.433.190, sedangkan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) sebesar Rp Rp 1.185.587. Hal itu menjadi kesepakatan dalam rapat Dewan Pengupahan Demak di kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, kemarin. Rapat tersebut membahas penetapan KHL 2013 yang diusulkan untuk penyusunan UMK 2014.

Dewan Pengupahan ini terdiri atas serikat pekerja/buruh, pengusaha dan unsure pemerintah daerah. Ada lima asosiasi yang hadir mewakili buruh yakni Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (SP KEP), Serikat Pekerja Perkayuan dan Perhutanaan Indonesia (SP Kahutindo), Serikat Pekerja Nasional (SPN) dan Serikat Pekeerja Karyawan Kehutanan (SP Kahut).

Jangkar Puspito, juru bicara SP KEP menyatakan, besaran UMK yang ditetapkan sejak 2001 hingga 2012 dinilai merugikan buruh. UMK pada tahun mendatang yang dirumuskan mengacu pada survey KHL pada tahun sebelumnya ini masih jauh dari harapan buruh. ‘’Semestinya KHL ini dihitung selama satu tahun penuh, tapi selama ini haya selama sembilan bulan. Kami meminta KHL pada Oktober hingga Desember juga ikut dihitung,’’ katanya.

Pihak serikat pekerja/buruh telah memprediksikan kenaikan rata-rata KHL selama tiga bulan tersebut sebesar Rp 22.000/bulan. Dengan asumsi tersebut maka KHL 2013 yang disepakati buruh ini sebesar Rp 1.433.150. Sedangkan besaran UMK 2014 yang diinginkan sebesar Rp 2.111.088. Besaran tersebut  didapatkan dari KHL ditambah inflasi terhadap kenaikan harga 60 komponen barang kebutuhan pokok.

Sementara itu, Ketua Apindo Demak, Heri Riyanto menyatakan, besaran KHL 2013 disepakati rerata dari hasil survei selama Januari-September. Namun, lanjutnya, hasil survei KHL pada Agustus tidak dimasukkan lantaran kenaikan harga kebutuhan pokok pada bulan Lebaran menjadi tidak wajar. "Pada prinsipnya, kami konsisten terhadap KHL. Apindo menginginkan UMK 2014 sebesar Rp 1,185 juta, sesuai rerata KHL 2013," tandasnya.
  
Sekretaris Dinsosnakertrans Demak, Suhasbukit mengatakan, tidak ada rumus baku dalam menentukan KHL. Hanya saja, sesuai Permenakertrans No 13/2012 bahwa penghitungan KHL pada bulan Lebaran memang tidak dimasukkan. ‘’Hasil rapat Dewan Pengupahan ini menyepakati ada dua angka KHL yang akan kami ajukan pada bupati sebagai acuan penetapan UMK 2013,’’ ujarnya didampingi Kabid Hubungan Industrial Dinsosnakertrans, Haryanto.

Selanjutnya, bupati nantinya memutuskan berapa besaran usulan UMK 2014 Kabupaten Demak yang akan diajukan pada gubernur. Diharapkan nominal usulan UMK 2014 ini bisa disampaikan ke provinsi. Seperti diketahui UMK 2013 Kabupaten Demak sebesar Rp 995.000. Secara keseluruhan perusahaan yang diharuskan wajib lapor sebanyak 472. Dari jumlah itu, perusahaan besar dengan karyawan lebih 100 orang sebanyak delapan. Sedangkan perusahaan menengah sebanyak 38 dan sisanya perusahaan kecil dengan karyawan kurang dari 25 orang.

( Hartatik / CN34 / SMNetwork )

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook


  Baca Juga


Android

Home | News | SMCetak | Selebrita | Otomotif | Olahraga | Wanita | Lelaki | Sehat | Kuliner | Gaya | Kejawen | Layar

Download BlackBerry Launcher

 ©2014 suaramerdeka.com