Logo
blackberry

Home
14 Februari 2014 | 20:23 wib | Suara Banyumas

Gunung Slamet Sempat Batuk Kecil

Share :Facebook Twitter Email

PURBALINGGA, suaramerdeka.com - Akibat erupsi Gunung Kelud juga berdampak pada aktifnya Gunung Slamet. Kamis (13/2) sekitar pukul 22.00 sampai 23.00 Wib masyarakat Desa Kutabawa, Desa Siwarak, dan Desa Serang, Kecamatan Karangreja dikagetkan dengan bunyi letusan kecil Gunung Slamet. Tidak hanya itu, warga juga mendengar bunyi seperti guntur di angkasa.

Ketua BPD Desa Kutabawa, Slamet mengatakan, suara tersebut terdengar lebih dari dua kali. Sebagian masyarakat yang terjaga langsung panik dan keluar rumah karena ketakutan. Beruntung, kejadian tersebut tidak berlangsung sampai tengah malam, sehingga, masyarakat merasa lega dan bisa beristirahat.

"Masyarakat sempat ketakutan bila aktifitas Gunung Slamet bertambah dan terus mengeluarkan letusan. Lebih dari dua kali seperti guntur besar," katanya.

Kepala Desa Siwarak, Suratman mengatakan, letusan-letusan kecil terdengar sampai diDesa Siwarak dan membuat masyarakat sempat panik. Pemerintah desa melakukan pantauan melalui kepala dusun agar waspada dan mengantisipasi kemungkinan terburuk.

"Beruntung, hanya berlangsung sekitar satu jam sehingga masyarakat juga mulai tenang. Tapi paginya hujan abu," tuturnya.

Kepala Desa Serang, Sugito mengatakan, letusan kecil Gunung Slamet membuat masyarakat yang masih terjaga was-was. Namun, kejadian tersebut tidak terlalu membuat panik masyarakat. Selain sebagian sudah tertidur, masyarakat menganggap bunyi tersebut diakibatkan pengaruh letusan Gunung Kelud di Jawa Timur.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Priyo Satmoko sudah mendapat laporan tentang aktivitas Gunung Slamet tersebut. Namun pihaknya belum mendapatkan informasi resmi dari petugas pemantau Gunung Slamet yang berlokasi di Brebes.

"Kami sudah kontak ke sana (pemantau Gunung Slamet, red), namun belum ada jawaban dari yang bersangkutan," katanya, Jumat (14/2).

Sementara itu saat ditanya terkait kemungkinan adanya penutupan jalur pendakian Gunung Slamet Priyo menuturkan, akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) lebih lanjut.

 

 

( Ryan Rachman / CN38 / SMNetwork )

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook


  Baca Juga


Android

Home | News | SMCetak | Selebrita | Otomotif | Olahraga | Wanita | Lelaki | Sehat | Kuliner | Gaya | Kejawen | Layar

Download BlackBerry Launcher

 ©2014 suaramerdeka.com