image

Foto: suaramerdeka.com / dok

26 Januari 2018 | 08:06 WIB | Medis

Dukung Pencegahan Difteri, Sequis Vaksinasi Ratusan Karyawan

JAKARTA, suaramerdeka.com- Penyakit difteri mewabah di penghujung tahun 2017 bahkan disebut sebagai kejadian luar biasa (KLB). Berdasarkan Data Kemenkes RI bahwa sejak Januari hingga November 2017, terdapat 20 provinsi yang melaporkan adanya difteri dengan 593 kasus dan 32 kematian.

Hal ini meningkat sekitar 42 persen dari tahun 2016. Menyadari bahaya dari risiko penyakit difteri serta mendukung program pemerintah untuk penanggulangan difteri, Sequis melakukan kegiatan vaksinasi bagi ratusan karyawan, yang bertempat di kantor pusat Sequis di Sequis Center Jakarta Selatan. Kegiatan ini disambut positif dan diikuti oleh lebih dari 300 karyawan Sequis.

Head of Corporate Branding, Marketing & Communication Sequis Felicia Gunawan mengatakan, Sequis mendukung program pemerintah untuk memberikan imunisasi difteri, khususnya kepada orang dewasa. “Meski kasus difteri dinyatakan angkanya cukup rendah di area Jakarta, namun kami merasa bahwa karyawan kami tetap perlu waspada.
Mengingat tingginya mobilitas karyawan Sequis yang berdomisili di luar Jakarta, seperti dari Depok, Tangerang Selatan, dan area lainnya. Ditambah cuaca yang tidak kondusif, kami memandang penting untuk menyediakan imunisasi difteri bagi para karyawan Sequis," tambah Felicia.

Kegiatan imunisasi difteri yang dilakukan Sequis, bekerja sama dengan RS Premier Bintaro. Hal ini karena tingginya antusias karyawan Sequis mulai dari level jajaran direksi hingga karyawan lainnya. Sebagai perusahaan asuransi yang senantiasa mengampanyekan pentingnya hidup sehat, Felicia menganggap kegiatan imunisasi ini adalah salah satu cara untuk mengajak masyarakat agar mulai hidup sehat demi hari esok yang lebih baik.

“Sangat penting untuk untuk dilakukan vaksinasi. Setelah penyuntikan, anti bodi baru akan terbentuk bulan berikutnya untuk itu karyawan yang berasal dari daerah KLB sebaiknya diberikan tiga kali penyuntikan, yaitu bulan pertama, kedua dan bulan ketujuh agar terbentuk anti bodi 100 persen,” ujar Supervisor dokter umum RS Premier Bintaro dr Endang Kinali S yang melakukan kegiatan vaksin di Sequis.

Menurutnya imunisasi difteri dapat dilakukan oleh semua orang dewasa asalkan dalam keadaan sehat dan jangan menunggu hingga terjangkit. Dengan melakukan vaksin berarti kita ikut mendukung program pemerintah untuk mencegah difteri. “Walaupun seorang dewasa mungkin sudah pernah disuntik pada usia sekolah, namun sebaiknya tetap melakukan imunisasi difteri. Terutama bagi orang dewasa dengan aktivitas dan mobilitas tinggi yang sangat memerlukan anti bodi,” tambah dr Endang.

(Andika Primasiwi /SMNetwork /CN26 )