image

Foto: metrotv

01 Februari 2018 | 14:58 WIB | Medis

Rumah Sakit Didorong Miliki Bank Darah

SLEMAN, suaramerdeka.com - Wakil Bupati Sri Muslimatun menghimbau kepada setiap rumah sakit di Kabupaten Sleman agar memiliki bank darah, mengingat kebutuhan stoknya yang tinggi. 

"Penyediaan bank darah berkaitan dengan keselamatan pasien, contohnya pada kasus kematian ibu hamil yang penyebabnya didominasi akibat pendarahan. Jika di rumah sakit sudah tersedia kantong darah maka akan memudahkan pasien," paparnya, Kamis (1/2).

Lebih lanjut Muslimatun mengatakan, bank darah sebenarnya merupakan kebutuhan rumah sakit. Fasilitas itu digunakan untuk memberikan pelayanan darah kepada pasien yang diambil dari PMI. Sehingga ketika ada kondisi gawat darurat, stok darah telah tersedia dan tidak perlu mencari keluar. 

Ketersedian stok bank darah juga berdampak langsung pada efisiensi waktu penyelamatan pasien. Ketua PMI Kabupaten Sleman Sunartono menegaskan, pihaknya tidak melayani pengambilan darah yang dilakukan perorangan melainkan antar lembaga saja atau rumah sakit.

Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan prima kepada pasien agar tidak perlu direpotkan dengan persoalan kebutuhan darah, sekaligus menjaga kualitas kantong darah.

"Tidak semua orang paham cara memperlakukan kantong darah. Semisal suhu harus benar-benar dijaga agar kualitasnya tetap baik sehingga butuh tempat khusus untuk penyimpanan seperti bank darah," ungkapnya.

Sementara, jika kantong darah diambil langsung oleh keluarga pasien, dikhawatirkan kualitasnya akan turun dan tidak lagi sesuai standar. Hal ini tentunya merugikan pasien karena darah yang ditransfusikan menjadi sia-sia.

(Amelia Hapsari /SMNetwork /CN33 )