image

JALAN PERLAHAN : Pengendara sepeda motor harus memelankan laju kendaraannya saat berpapasan di jalan yang terkena longsoran Bukit Rejosari, Pranten, Bawang, Batang. (suaramerdeka.com / Ali Arifin)

12 Januari 2018 | 08:48 WIB | Suara Pantura

Musim Hujan, Bukit Rejosari Rawan Longsor

BATANG, suaramerdeka.com- Curah hujan yang tinggi sejak awal November 2017 hingga pertengahan Januari 2018 menjadikan bukit di atas Dukuh Rejosari, Pranten, Bawang, Batang menjadi rawan longsor.

Dari pantauan Kamis (11/1), salah satu lereng bukit di atas belokan jalan yang menghubungkan Dukuh Rejosari dan Sigemplong, longsor. Tinggi longsoran sekitar 15 meter dengan lebar sekitar 10 meter. Akibatnya, material longsoran yaitu batu berampur tanah menumpuki jalan yang ada di bawahnya.

"Longsoran bukit yang memenuhi separuh jalan utama dari Dukuh Sigemplong menuju Dukuh Rejosari, Pranten kok tidak segera disingkirkan. Padahal jika ada dua sepeda motor atau lebih berpapasan, harus berjalan perlahan. Kalau bersenggolan, salah satunya bisa terjun ke jurang lo. Ini kan berbahaya,'' kata Aji, warga Tersono yang kemarin melewati jalan itu.

Menurut dia, instansi terkait dari pemerintah kabupaten atau provinsi yang memiliki kewenangan itu sebaiknya segera membersihkan ruas jalan itu dari material longsoran. Dia juga khawatir, jika kawasan Desa Pranten itu ke depan masih diguyur hujan deras, maka bukan tidak mungkin terjadi longsor susulan. "Kondisi bukitnya terlihat gundul, jadi sangat mungkin terjadi longsor susulan jika terus menerus diguyur hujan.''

Asisten Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bawang, Taufik Nur Hidayat menyatakan sudah memantau dan melihat langsung longsor bukit Rejosari, Pranten.  ''Saya sudah memantau lokasi longsor. Saya juga sudah berkoordinasi dengan Pak Edi, kepala Desa Pranten. Jumat, (12/1) ini kami akan mengadakan pertemuan lagi dengan Pak Edi dan perangkat Desa Pranten, untuk langkah selanjutnya,'' jelasnya.

Taufik juga mengakui bahwa selain longsor di bukit tersebut, ada beberapa titik rawan longsor lain di sepanjang jalan menuju ke Dukuh Rejosari, Desa Pranten. ''Hal ini juga akan kami bicarakan dengan Pak Kades dan warga setempat," kata dia.

Mengenai kondisi bukit yang masih gundul, menurut Taufik, hal itu tidak sepenuhnya benar. Karena pihaknya bersama Pak Bupati dan jajaran Pemkab Batang, termasuk jajaran Polres Batang dan berbagai elemen masyarakat lainnya sudah bersama-sama menanam bibit pohon.

(Ali Arifin /SMNetwork /CN26 )