image

Kepala Biro Perencanaan Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Susanto menyerahkan secara simbolis Dipa 2018 kepada Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras di Gedung Serba Guna Mapolres Wonosobo, Jumat (12/1) pagi. (Foto suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

12 Januari 2018 | 22:05 WIB | Suara Kedu

Kapolres Diminta Tegur Anggota Korupsi Waktu

WONOSOBO, suaramerdeka.com- Kepala Biro Perencanaan Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Susanto meminta Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras menegur keras jika ada anggotanya yang melakukan korupsi waktu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penegasaan itu disampaikan Susanto saat memberikan pengarahan dalam Sosialisasi Dipa 2018 Polres Wonosobo di Gedung Serba Guna Mapolres Wonosobo, Jumat (12/1) pagi.

Dia memandang, sebagai aparatur abdi negara, anggota kepolisian harus benar-benar maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tugas pengabdian, pengayoman, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta melayani dengan sepenuh hati, harus benar-benar di jalankan. 

"Saat ini sedang marak 'pengangguran terselubung' di wilayah aparatur kepolisian. Jadi, Kapolres memiliki kewajiban untuk menegur anggotanya agar tidak korupsi waktu melayani masyarakat," ujar dia. 

Pengangguran terselubung dimaksud, terang dia, anggota benar datang ke kantor setiap hari, tetapi tidak menjalankan tugas dinasnya secara optimal. Pihaknya berharap, tugas kedinasan dijalankan secara optimal, karena masyarakat sangat membutuhkan kehadiran aparat kepolisian. "Sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah dan masyarakat juga harus diperkuat, agar perencanaan program guna mendukung pembangunan wilayah berjalan optimal," pintanya.

Dia juga menyoroti pentingnya ketelitian jajaran Polres Wonosobo dalam menyusun segala program kegiatan, apalagi yang menyangkut anggaran. Adanya kesalahan memang boleh dilakukan revisi, tetapi jangan sampai terus menerus melakukan kesalahan. "Jika melakukan kesalahan terus menerus, sama halnya tidak becus menyusun perencanaan anggaran. Saya tidak ingin perencanaan program dilakukan setengah-setengah, harus total," harapnya. 

Pihaknya juga sangat mengharapkan dukungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo agar mendukung program yang dijalankan Polres Wonosobo. Banyak program kegiatan tidak bisa terakomodasi lantaran Dipa yang diberikan pemerintah pusat memang terbatas. 

"Sebagai aparat penegak hukum di daerah, sudah seyogyanya mendapat dukungan nyata juga dari pemerintah daerah. Anggaran untuk mendukung kepolisian, sama halnya mendukung program kemasyarakatan," katanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, Eko Sutrisno Wibowo menyebutkan, Pemerintah Daerah Wonosobo secara garis besar sangat mendukung program kepolisian di wilayah. 

"Kami tidak eman-eman memberikan dana, demi terwujudnya keamanan dan ketertiban bagi masyarakat di Kabupaten Wonosobo. Kami sangat siap mendukung apapun yang akan dijalankan. Inovasi yang kami lakukan juga terus dilakukan dengan melibatkan berbagai elemen, lebih khusus kepolisian," ungkapnya.

Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras menyebutkan, secara garis besar Dipa 2018 yang dialokasikan bagi Polres Wonosobo meningkat. Seperti halnya untuk belanja modal, jika tahun sebelumnya mencapai   Rp 2.369.266.000, tahun 2018 ini naik mencapai 710,53 persen menjadi Rp 19.203.588.000. Untuk belanja barang jika tahun sebelumnya mencapai Rp 15.415.670.000, tahun ini naik 9,08 persen menjadi Rp 16.814.698.000.

(M Abdul Rohman /SMNetwork /CN19 )

NEWS TERKINI