image

Foto suaramerdeka.com/dok

13 Januari 2018 | 12:12 WIB | Semarang Metro

Ketua Dewan Komisioner OJK Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Undip

SEMARANG, suaramerdeka.com- Dalam suatu perekonomian sektor jasa keuangan memainkan peran penting sebagai katalisator pertumbuhan. Saat ini, Indonesia dihadapkan pada kepentingan mendesak agar sektor jasa keuangan dapat memberikan daya dukung yang semakin optimal dalam pembangunan ekonomi nasional, khususnya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, berkesinambungan dan merata.

Pengalaman dari dua krisis besar, krisis keuangan Asia 1997/1998 dan krisis keuangan global 2008/2009, memberikan pelajaran berharga akan pentingnya menjaga kesinambungan pembangunan dan pertumbuhan. Pemeliharaan stabilitas sistem keuangan, baik domestik maupun global menjadi elemen penting dalam pembangunan ekonomi.

Dengan kondisi ini, disadari terdapat potensi trade-off antara "menjaga stabilitas" dan "mendorong pertumbuhan" dimana tantangan terbesar yang muncul adalah bagaimana mencapai keseimbangan di antara dua aspek tersebut.

Terkait hal tersebut, penting untuk mendorong tingkat literasi keuangan sebagai control variable bagi pengembangan produk keuangan, yang dilengkapi dengan penerapan prinsip-prinsip governance yang lebih baik serta keterbukaan informaai dari lembaga keuangan.

Peningkatan pemahaman keuangan ini akan mampu mengubah perilaku dari seluruh pelaku sektor jasa keuangan dan masyarakat sehingga mengurangi eksposur risiko yang berlebihan. Lembaga keuangan juga tidak akan dengan mudah menerbitkan atau memasarkan produk yang memiliki risiko tinggi.

Hal tersebut di atas sekelumit pidato pengukuhan guru besar Prof Muliaman Darmansyah Hadad SE MPA PhD yang berjudul "Stabilitas VS Pertumbuhan: Peranan Sektor Jasa Keuangan dalam Perekonomian dan Tantangannya di Masa Depan" dan disampaikan pada Pengukuhan Guru Besar pada Sabtu (13/1) pukul 10.00 WIB.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu dikukuhkan sebagai guru besar tidak tetap Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip). Menurut Ketua Senat Akademik Undip Prof Sunarso, Muliaman Hadad merupakan satu dari 14 guru besar Undip yang surat keputusannya terbit pada 2017 lalu.

Menurutnya akan ada dua orang lagi yang akan dikukuhkan lagi pada Januari ini. Undip sambungnya memiliki 113 guru besar tetap dan enam guru besar tidak tetap dan di antaranya yang akan dikukuhkan hari ini. 

"Selain itu Undip juga mempunyai dua guru besar NIDK dan 34 guru besar emiretus," kata Sunarso di Undip.

Rektor Undip Prof Yos Johan Utama menyatakan, terus mendorong dosen-dosen di universitas yang dipimpinnya itu untuk memeroleh gelar guru besar. Hal itu dilakukan karena diperkirakan setiap tiga tahun 10 sampai 13 guru besar akan purna tugas. 

"Saat ini ada 250-an doktor dan lektor kepala, 50 di antaranya memenuhi syarat sebagai guru besar. Kami dorong pemenuhan syaratnya agar segera bisa diajukan," tutur Yos.

Sementara Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Dr Suharnomo menyatakan, proses pengajuan Muliaman D Hadad ini sebagai guru besar selama satu tahun dan ternyata untuk guru besar tidak tetap lebih sulit. Wali Amanat Undip itu menurut Suharnomo tidak hanya diuji pengalaman yang tidak tertulis tapi juga dikejar publikasi internasional terindeks scopus.

"Ternyata beliau mempunyai track record akademik dan pengalaman yang luar biasa. Banyak mempunyai karya jurnal yang dipublikasikan internasional dengan grade Q1 dimana untuk ilmu sosial tidak mudah, dosen-dosen di Indonesia pun biasanya hanya pada Q2 atau Q3," tutur Suharnomo yang menyebut Muliaman juga menerima rekomendasi dari universitas dimana saat menempuh S3 dulu.

(Puthut Ami Luhur /SMNetwork /CN19 )

NEWS TERKINI