image

RITUAL MINA TIRTA: Sejumlah seniman mengikuti ritual Mina Tirta untuk memeriahkan HUT ke-4 Sanggar Seni DuaAtap. Seniman mengajak masyarakat melestarikan sungai. (Foto: suaramerdeka.com/MH Habib Shaleh)

14 Januari 2018 | 18:50 WIB | Liputan Khusus

Seniman Ajak Warga Ngluwar Stop Buang Sampah di Sungai

NGLUWAR, suaramerdeka.com- Sejumlah seniman Kabupaten Magelang menggelar aksi bakti sungai untuk memeriahkan HUT ke-4 Sanggar Seni DuaAtap. Mereka menari Mina Tirta sebelum kemudian melepaskan ribuan ekor ke sungai.

Gerakan bakti sungai ini diawali dengan prosesi ritual di Sanggar DuaAtap. Dengan mengenakan pakaian serba putih, para seniman berbaris rapi sambil membawa bibit ikan, payung, kembang setaman, tumpeng dan lainnya. Mereka berjalan kaki menuju sungai Krombong.

Selain anggota Sanggar Seni DuaAtap, acara ini juga diikuti Aswarun dan Daladi dari Komunitas Sastra Green House, seniman tari dari Jogjakarta Bobi Suseno dkk, seniman tari dan karawitan dari Surabaya Gentung Andreas dan Muspika Kecamatan Ngluwar.

Sesampainya di sungai mereka meletakkan tumpeng dan kembang setaman di atas meja altar. Para seniman lalu turun ke sungai namun karena air cukup deras, mereka harus basah kuyub.

Para penari pria dan wanita kemudian melakukan gerakan-gerakan tari Mina Tirta. Mereka lalu melepaskan ribuan bibit ikan berbagai jenis ke tengah sungai. Ritual ini dimaksudkan untuk mengajak masyarakat menjaga kelestarian ekosistem sungai.

"Dulu sungai adalah rumah yang nyaman untuk ikan, namun sekarang sungai menjadi area pembuangan sampah. Ikan sudah nyaris punah karena diracun dan disetrum. Kami mengajak masyarakat untuk menjaga ekosistem sungai," kata Pimpinan Sanggar DuaAtap Dharma Wijaya.

Dharma mengatakan gerakan bakti sungai ini terinspirasi Sedekah Kali Blongkeng yang digelar di Kali Putih dan Kali Putih. Disebutkan Tari Mina Tirta mengekspresikan ajakan untuk memelihara ekosistem sungai serta menolak pembuangan sampah ke sungai.

Menurut Dharma warga Ngluwar sudah memasang berbagai tulisan berisi ajakan menghentikan penangkapan ikan tidak aman dengan strum dan racun. Tulisan dipasang di sejumlah titik yang sering menjadi lokasi penangkapan ikan.

"Bersama seluruh komponen masyarakat, kami akan membersihkan sungai dari sampah-sampah. Ini bagian dari bakti sungai. Saatnya kita mengembalikan kebersihan sungai agar indah dan asri. Sungai adalah habitat untuk ikan bukan tempat pembuangan sampah," kata dia.

Dengan bakti sungai ini, sungai di Kecamatan Ngluwar diharapkan bisa menjadi lokasi hiburan yang aman dan nyaman untuk warga sekitar. Dharma berharap pemerintah bisa membangun infrasrtuktur yang memadai untuk sarana refreshing masyarakat. 

Camat Ngluwar Kunto Hendradata menyambut baik gerakan bakti sungai yang digelar Sanggar Seni Dua Atap. Ia berharap masyarakat akan menyambut gerakan ini demi kelestarian ekosistem dan lingkungan sungai.

"Kami mendukung gerakan ini. Gerakan serupa sudah dirintis dalam Sedekah Kali Blongkeng. Masyarakat di desa lain kami dorong untuk merintis gerakan menjaga kelestarian lingkungan," kata Kunto.

(MH Habib Shaleh /SMNetwork /CN41 )