image

PANEN RAYA : Panen raya padi mulai berlangsung di sejumlah kecamatan Kabupaten Rembang sehingga diyakini akan tetap membuat persediaan beras di pasaran aman dan tidak terganggu. (Foto: suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

14 Januari 2018 | 17:28 WIB | Suara Muria

Rembang Tegaskan Tolak Beras Impor

REMBANG, suaramerdeka.com – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan hampir pasti melakukan impor beras dengan jumlah sekitar 5.000 ton pada Januari 2018 ini. Menyikapi hal itu Pemkab Rembang melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) menolak masuknya beras impor di Rembang.

Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang, Suratmin khawatir, masuknya beras impor di Rembang akan menyebabkan harga gabah di tingkat petani berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp 3.700,-.

Berkaca pada tahun lalu saat pemerintah menerapkan kebijakan impor, harga gabah kering panen di tingkat petani tidak sampai Rp 3.000,-/kilogram. Kondisi itu dikhawatirkan akan terulang lagi pada tahun ini saat beras impor masuk ke Rembang.

Menurut Suratmin, momen panen raya untuk petani di Kabupaten Rembang sudah mulai terjadi sejak Januari ini. Direncanakan panen raya akan terus berlanjut ke kecamatan lainnya hingga Februari mendatang.

Ia menyebutkan, pada Januari 2018 diperkirakan ada 850 hektare lahan padi petani yang dipanen. Panen akan terus berlangsung sampai Februari bulan depan luasan lahan panen diperkirakan mencapai 2.000 hektare.

“Harapannya, beras impor tidak masuk Rembang. Kalau masuk Rembang, kami khawatir harga gabah kering di tingkat petani anjlok. Kami ingin petani menikmati hasil panen dengan harga gabah lumayan. Sekarang harganya masih tinggi, Rp 4.700,/kilogram kategori berat kotor dan Rp 5.400,-/kilogram dengan berat bersih.,” ujar dia.

Sementara itu, seorang perwakilan kelompok tani di Desa Jinanten Kecamatan Sale, Sucipto berharap pemerintah membatalkan rencana impor beras. Alasannya, impro tersebut akan membuat harga gabah petani anjlok di masa panen raya. “Harapannya jangan impor, karena saat ini panen raya sudah mulai berlangsung. Kalau impor, harga anjlok,” ujarnya. 

(Ilyas al-Musthofa /SMNetwork /CN41 )