image

Foto: suaramerdeka.com / dok

22 Januari 2018 | 07:18 WIB | Nasional

Origami Hati untuk Bu Airin, Wujud Dukungan untuk Tangsel Layak Anak

TANGERANG SELATAN, suaramerdeka.com- Dukungan anak muda Tangerang Selatan (Tangsel) agar meraih predikat Kota Layak Anak terus menguat.  Awal tahun ini, Forum Anak Tangerang Selatan mengampanyekan Resolusi Anak Tangsel 2018 untuk mewujudkan Kota Tangsel 2018 layak anak tanpa iklan, promosi dan sponsor rokok.

Bertempat di area Car Free Day Bintaro Tangerang Selatan, puluhan anak muda yang tergabung dalam Koalisi Layak Anak (Koala) juga menyampaikan pesan yang sama, mendukung Kota Tangerang Selatan menjadi Kota Layak Anak. Tak hanya menyampaikan pesan, Koala juga menggalang dukungan dari warga Tangerang Selatan yang di akhir pekan ini banyak beraktivitas di sekitar area Car Free Day.

Kepada warga yang sedang menikmati akhir pekan bersama-sama, Koala mengajak menyampaikan pesan dukungan untuk terwujudnya Tangsel Layak Anak kepada Wali Kota Tangsel Airin Rahmi Diany. Uniknya, pesan yang mereka sampaikan dituliskan di lembaran kertas origami berbentuk hati.

“Kegiatan ini bertajuk Origami Hati untuk Bu Airin. Di mana, melalui kertas origami, warga Tangsel menyampaikan pesan kepada Ibu Walikota untuk mewujudkan Tangsel Layak Anak, dan mengapa berbentuk hati, karena ini bentuk cinta masyarakat kepada kota Tangsel dan kepada Ibu Walikota,” jelas Gatari Dwi Hapsari, Ketua Forum Anak (FA) Tangsel.

FA Tangsel menjadi salah satu penggerak Koala, bersama-sama komunitas anak muda Tangsel lainnya seperti Situ Gintung Jogging Club (SGJC), Global Cigarette Movement (9CM), No Tobacco Community, Warrior FCTC, Pembaharu Muda, Pramuka, Paskibraka, OSAS, ISMKMI, mahasiswa UMJ, mahasiswa UIN dan perwakilan siswa tiap sekolah.

Gatari menambahkan, Origami Hati untuk Bu Airin menjadi bagian dari kegiatan sosialisasi Kota Layak Anak (KLA) dan fungsi Forum Anak sebagai Pelopor Pelapor (2P). “Kegiatan sosialisasi kami kemas dalam bentuk roadshow, dan roadshow dilakukan ke sejumlah tempat yang banyak terdapat anak-anak. Diantaranya ke sekolah-sekolah, area car free day dan Taman Kota di Tangsel,” jelas Duta Anak Banten 2016 ini.

Gatari menjelaskan, saat ini Tangsel baru di peringkat Pratama. “Masih perlu banyak pembenahan untuk mencapai peringkat Madya, Nindya, Utama, dan predikat Kota Layak Anak. Khususnya membenahi lima isu yang berpotensi menghambat terwujudnya Tangsel sebagai Kota Layak Anak tersebut,” tegasnya.

(A Adib /SMNetwork /CN26 )