image

CATAT SARAN: Ketua KPU Kabupaten Semarang, Guntur Suhawan, bersama komisioner mencatat saran dan masukan yang disampaikan perwakilan parpol saat Uji Publik Dapil Pemilu 2019 di The Wujil Resort & Conventions Ungaran, Selasa (13/2). (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

13 Februari 2018 | 21:18 WIB | Semarang Metro

KPU Kabupaten Semarang Tawarkan Tiga Konsep Dapil

UNGARAN, suaramerdeka.com- KPU Kabupaten Semarang menawarkan tiga konsep Daerah Pemilihan (Dapil) untuk Pemilu Legislatif 2019. Konsep tersebut, kemudian diujipublikkan dengan mengundang partai politik (parpol), tokoh masyarakat, tokoh agama, termasuk Panwaslu Kabupaten Semarang di The Wujil Resort & Conventions Ungaran, Selasa (13/2).

Ketua KPU Kabupaten Semarang, Guntur Suhawan mengatakan, pendapat serta saran dari peserta uji publik akan dijadikan resume serta risalah yang kemudian akan disampaikan ke KPU Pusat melalui KPU Provinsi Jawa Tengah. “Sesuai Surat Edaran KPU RI, KPU Kabupaten/Kota dimohon berkenan untuk mengusulkan konsep dapil,” katanya.

Amanat tadi, jika mengacu Undang undang Nomor 7 Tahun 2017 maka kewenangan pengusulan dapil mutlak dilakukan oleh KPU kabupaten/kota. Oleh karena itu, di dalam usulan kemarin diikuti uji publik. Ada pun konsep yang diajukan, meliputi lima dapil tidak berubah seperti Pemilu 2014. Kemudian ada enam dapil, dengan susunan daerah yang sebagian digabung. “KPU Pusat yang akan memutuskan, namun tetap berdasarkan pertimbangan dari KPU kabupaten/kota,” terangnya.

Berkaitan dengan jumlah kursi legislatif pada Pemilu 2019 mendatang, Guntur menyampaikan memang ada tambahan menjadi 50 kursi. Itu dikarenakan jumlah penduduk di Kabupaten Semarang sudah diatas 1 juta jiwa. Ketentuan yang berlaku menyebutkan, apabila jumlah penduduknya 1 juta hingga 3 juta jiwa maka kursi legislatif harus 50. Jika jumlah penduduknya diatas 3 juta jiwa, maka jumlah kursinya 55.

“Keputusan KPU Pusat terkait dapil, rencananya 5 April 2018 mendatang,” papar Guntur.

Sementara itu Ketua Panwaslu Kabupaten Semarang, Agus Riyanto mengatakan, pihaknya sebatas memberikan saran karena tidak bisa memilih konsep dapil yang disampaikan KPU. Pada dasarnya, apa yang disimulasikan KPU Kabupaten Semarang, serta masukan dalam uji publik kemarin harus disampaikan secara gamblang ke KPU Pusat. “KPU wajib mempertimbangkan usulan serta saran tadi. Menyusul KPU sebagai penyelenggara, sehingga perlu mengakomodir berbagai usulan,” kata Agus Riyanto. 

(Ranin Agung /SMNetwork /CN40 )