image

TPA Putri Campa yang sampahnya akan dikelola untuk PLTSa. (foto: istimewa)

13 Februari 2018 | 22:30 WIB | Solo Metro

PPA Belum Rampung Kontrak Direvisi

  • Persiapan Proyek PLTSa Diperpanjang

SOLO, suaramerdeka.com- Hingga kini, kontrak kerja sama pembelian listrik (Power Purchase Agreement/PPA) yang ditunggu-tunggu Pemkot Surakarta, belum juga kelar. Sehingga kontrak pengelolaan sampah TPA Putri Cempa menjadi energi listrik antara Pemkot Surakarta dan investor terpaksa direvisi. Pemkot sudah melayangkan surat ke Pusat, namun PPA belum juga selesai diproses manajemen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Revisi kontrak mencakup persiapan proyek pembangunan konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempa yang diperpanjang Pemkot Surakarta dan investor. ‘’Kami menambahkan addendum dalam perjanjian awal dengan PT Solo Citra Metro Plasma Power (selaku investor PLTSa). Masa persiapannya diperpanjang selama tiga bulan, dari tenggat semula yakni 9 Maret,’’ ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Hasta Gunawan, Selasa (13/2).

Penandatanganan addendum atau klausul tambahan dalam perjanjian itu dilakukan di Loji Gandrung dengan melibatkan Pemkot dan manajemen PT Solo Citra Metro Plasma Power. Menurut Hasta, revisi kontrak pendirian PLTSa tersebut bisa dilakukan dengan persetujuan kedua pihak. ‘’Maksimal perpanjangan adalah enam bulan,’’ ujarnya. 

Dia juga mengakui, penambahan klausul berisi perpanjangan masa persiapan menjadi 9 Juni itu dilatarbelakangi belum diterbitkannya kontrak kerja sama pembelian listrik (Power Purchase Agreement) dari direksi PT PLN. ‘’Padahal kami sudah mengajukan permohonan penerbitan dokumen tersebut sejak akhir Desember 2017,’’ jelas Hasta.

Layangkan Surat

Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo menambahkan, Pemkot telah melayangkan surat permohonan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar penandatanganan kontrak tersebut bisa dipercepat. Apalagi sebelumnya peletakkan batu pertama (ground breaking) PLTSa Putri Cempa dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini.

‘’Yang dibutuhkan tinggal Power Purchase Agreement (PPA), sementara perizinan lainnya sudah lengkap. Kami nggak tahu ada masalah apa di pusat. Kalau di Solo, tidak ada masalah sama sekali,’’ tandas Wali Kota.

Untuk diketahui, sebulan terakhir Pemkot terus memproses penerbitan perjanjian jual beli listrik (PJBL) tersebut. Hingga kini dokumen itu mengganjal pendirian konstruksi, sekali pun dokumen lain seperti Izin Pemanfaatan Ruang (IPR), studi kelayakan (FS) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) telah terpenuhi. Sebab seluruh berkas, termasuk PPA, telah disepakati Pemkot dan investor harus tersedia sebelum dilakukannya ground breaking PLTSa.

Sementara itu Elan Syuherlan selaku Direktur Utama PT Solo Citra Metro Plasma Power, tidak banyak berkomentar terkait belum lengkapnya dokumen tersebut. ‘’Semula kami berharap dokumen PJBL sudah selesai bulan lalu. Tapi karena sampai sekarang belum ada, kami hanya bisa berharap agar secepatnya bisa diproses. Kami menunggu PJBL dulu, baru konstruksi bisa dibangun,’’ kata Elan. 

(Agustinus Ariawan /SMNetwork /CN40 )