image

MENAMBAL JALAN: Petugas PPK 07 Kementerian PUPR menambal lubang jalan lingkar luar Pemalang. (suaramerdeka.com/Ali Basarah)

13 Februari 2018 | 22:43 WIB | Suara Pantura

40 Ton Aspal/Hari Tambal Lubang Pantura

PEMALANG, suaramerdeka.com– Pemerintah menyiapkan 40 ton aspal dingin (coldmix) untuk menambal lubang-lubang di sepanjang jalur Pantura setiap hari. Penambalan terhadap kerusakan jalan itu belum bisa dilakukan secara permanen, namun akan terus menerus setiap hari agar kondisi jalan di jalur Pantura aman dan nyaman.

"Sifatnya memang belum permanen, hanya untuk menambal saja dan itu kami lakukan setiap hari sebanyak 40 ton aspal," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 07 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Aditya Viko Vignanta, yang lembaganya bertanggung jawab atas ruas jalan Pantura Batang, Pekalongan dan Pemalang, Selasa (13/2).

Untuk menambal lubang-lubang di jalur Pantura Pemalang, PPK 07 mengerahkan tiga regu setiap hari. Mereka dilengkapi dengan peralatan yang cukup agar penambalan bisa berjalan efektif dan cepat.

Menurut Viko, kemarin, tiga tim melaksanakan tugas di kilometer (Km) 125-126 Petarukan, Sidorejo Comal dan Jl Lingkar Luar Pemalang. Di Petarukan penambalan di depan kantor Camat dan spot-spot di dekatnya sementara di Sidorejo penambalan di Gilimiring. Sehari sebelumnya juga menambal di ruas Desa Kalirandu, Kecamatan Petarukan dan jembatan Comal. Di Kalirandu warga memasang rambu penanda bahaya di jalan berlubang.

Perbaikan Permanen

Penambalan terus-menerus ini, kata dia, lantaran kerusakan juga terjadi terus-menerus akibat turun hujan. "Cuaca buruk ikut mempercepat terjadinya kerusakan karena itu penambalan kami lakukan setiap hari," kata Viko.

Penambalan ini sifatnya sementara lantaran PPK 07 baru akan memulai perbaikan permanen pada Mei 2018. Lelang terhadap pekerjaan perbaikan tersebut baru akan dilaksanakan akhir bulan Februari 2018. Pekerjaan tersebut nanti akan dilaksanakan di lokasi-lokasi yang kerap mengalami kerusakan.

Aspal pada lokasi tersebut akan dikeruk untuk mengetahui kondisi beton (rigit pavement) di bawahnya.  Apabila diketahui betonnya rusak maka akan dibongkar per segmen (bagian). Lalu dibangun lagi beton baru yang di bawahnya diletakkan plastik untuk mencegah air membanjiri seputar beton. 

(Ali Basarah /SMNetwork /CN40 )