image

foto ilustrasi - istimewa

13 Februari 2018 | 22:54 WIB | Parlemen Zaman Now

RUU Penyiaran Menggunakan Sistem Hybrid Multiplexing

JAKARTA, suaramerdeka.com- DPR dan pemerintah sepakat menggunakan sistem Hybrid Multiplexing dalam RUU Penyiaran. Hal ini menjadi pembahasan dalam pertemuan informal yang diadakan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bambang Soesatyo, bersama Menkominfo, Rudiantara, dan para pimpinan Fraksi di DPR, Selasa (13/2).

Bamsoet, panggilan akrab politisi Golkar ini menyebutkan, pembahasan RUU Penyiaran sebelumnya masih terhambat pembahasan antara penggunaan sistem Single Mux dan Multi Mux. “Saya kira kita perlu mencari jalan keluarnya, sehingga RUU Penyiaran bisa segera diselesaikan dengan bijaksana," kata Bamsoet, di pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Ketua DPR itu.

Setelah melalui berbagai pertimbangan dan pembahasan, DPR RI dan pemerintah yang diwakili Menkominfo, Rudiantara, sepakat mencari jalan tengah dengan penggunaan Sistem Hybrid Multiplexing. Bamsoet menilai sistem Hybrid Multiplexing merupakan campuran antara sistem Single Mux dan Multi Mux. Dengan sistem ini, berbagai kebaikan yang ada di sistem Single Mux dan Multi Mux akan diambil dan dikombinasi. 

“Dengan demikian dapat memenuhi rasa keadilan bagi semua pihak, negara maupun para pelaku usaha industri penyiaran sama-sama diuntungkan," jelas Bamsoet.

Dalam kesempatan yang sama Bamsoet mengemukakan RUU Penyiaran sebagai inisiatif DPR akan dibahas pada masa sidang berikutnya. Hal ini mengingat besok sudah penutupan masa sidang DPR. “Insya Allah sudah tidak ada pembahasan yang terlalu rumit. Dengan menjalin komunikasi secara rutin, semua bisa diselesaikan dan dicari jalan keluarnya," tutup Bamsoet. 

Menkominfo Rudiantara menyambut baik adanya usulan Sistem Hybrid Multiplexing. Dirinya berharap agar RUU Penyiaran segera bisa diselesaikan. 

(Satrio Wicaksono /SMNetwork /CN40 )