image

LANGGANAN TERGENANG: Salah satu titik di Jalan Pemuda dekat Kantor Kecamatan Kota Rembang yang selama ini menjadi langganan tergenang air saat hujan deras mengguyur. (SM/Ilyas al-Musthofa)

14 Februari 2018 | 02:32 WIB | Suara Muria

Tak Punya Petugas Kebersihan, Drainase Jalan Protokol Rembang Selalu Tergenang

REMBANG, suaramerdeka.com- Saluran drainase di sejumlah jalan protokol Kota Rembang bermasalah. Indikasinya adalah setiap kali hujan lebat mengguyur, sejumlah lokasi di jalan tersebut selalu tergenang air.

Seperti saat hujan mengguyur Kota Rembang, Selasa (13/2), sejumlah titik di jalan protokol Kota Rembang tergenang air cukup tinggi. Genangan paling banyak terjadi di Jalan Pemuda.

Pantauan Suara Merdeka, titik yang menjadi langganan genangan di Jalan Pemuda di antaranya adalah kawasan sekitar Kantor Samsat hingga Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), kawasan Kantor Kecamatan Kota Rembang, Kantor PLN Rayon Rembang serta kawasan dekat Kantor Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Selain di sana, genangan juga kerap melanda Jalan Selamet Riyadi, Jalan Thamrin, Jalan Soetomo serta Jalan Gajah Mada. Tinggi genangan air menyesuaikan dengan lamanya hujan mengguyur.

Genangan di sejumlah jalan prtokol itu patut dipertanyakan di tengah Pemkab Rembang gencar-gencarnya menyambut penilaian adipura. Kondisi itu juga memberikan rasa tidak nyaman pengendara. Bahkan, untuk pengendara roda dua genangan bisa membahayakan dan menimbulkan kecelakaan lantaran keberadaan lubang tidak terlihat.

Informasi yang disampaikan sejumlah pengendara, genangan air di jalan protokol saat hujan turun sudah lama terjadi. Setidaknya sudah selama dua tahun belakangan genangan selalu melanda di titik yang sama.

“Setahu saya, kalau hujan mengguyur selalu saja daerah-daerah itu saja di Jalan Pemuda yang tergenang. Biasanya ya di kawasan dekat Kantor Kecamatan Kota Rembang yang paling parah,” kata Burhanudin, pengendara asal Kelurahan Leteh.

Tidak Punya Petugas

Saat dikonfirmasi ke dinas terkait, ternyata Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) tidak punya petugas khusus untuk pemeliharaan dan pembersihan drainase. Kasi Drainase dan Pengelolaan Limbah DPUTARU, Kapti Prastyo Aji menyatakan, sudah dua tahun belakangan institusinya tidak memiliki pekerja tetap yang khusus melakukan normalisasi drainase.

Kondisi itu membuat DPUTARU keteteran mengurus drainase di jalan protokol. Pembersihan drainase rutin pun akhirnya tidak bisa dilakukan lantaran tidak adanya petugas. Paling-paling saat mendesak, DPUTARU memekerjakan petugas di bagian bahu jalan untuk membersihkan drainase.

“Drainase di Jalan Pemuda, terkahir kami bersihkan sekitar Oktober 2017 lalu, oleh petugas yang mengurusi bahu jalan. Tidak adanya petugas membuat perawatan drainase menjadi kurang maksimal,” terang Kapti.

Ia menegaskan, penyebab genangan air di sejumlah titik jalan protokol lantaran adanya sedimetasi pada saluran drainase. Satu-satunya penanganannya adalah dengan dilakukan pembersihan secara rutin.

“Idealnya untuk menjaga drainase di kawasan kota butuh 25 orang yang selalu siapa ditugaskan, itu hanya di kota saja. Di Lasem yang juga kerap tergenang, juga setidaknya membutuhkan 15 orang. Sayangnya, usulan pengadaan tenaga ke DPRD tidak disetujui,” tandasnya. 

(Ilyas al-Musthofa /SMNetwork /CN34 )