image

Foto: suaramerdeka.com/dok

16 April 2018 | 18:18 WIB | Liputan Khusus

Asal Usul Dukuh Selowire, Lokasi TMMD Reguler 101

SELOWIREadalah salah satu Dukuh di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati Jawa Tengah yang menjadi lokasi pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 101 Kodim 0718 Pati.

Kata ”Selowire”, menurut cerita dari warga sekitar “Berasal dari kata “SELO” yang artinya BATU dan “WIRE” yang artinya Miring. Jadi Selowire bisa diartikan menjadi Batu Yang Posisinya Miring”, ungkap Eko Warsito (48) salah salah satu warga Dukuh Selowire yang tinggal di RT09/RW 01. Senin, 16 April 2018.

Penamaan suatu tempat,  jalan atau lokasi tertentu yang baru, biasanya memang berdasarkan atas sejarah yang menjadi latar belakangnya, seseorang yang pertama tinggal atau yang mulai merintis berdirinya suatu tempat, atau bisa jadi karena adanya suatu benda yang menjadi legenda didalamnya.

Menurut Ki Man, panggilan akrabnya, ”Penamaan Dukuh Selowire ada beberapa versi menurut orang-orang tua, tetapi sekarang ini karena diusianya yang sudah tua, banyak mulai mengalami kurang pendengaran, atau sudah susah mengingat cerita dari jaman dahulu, sehingga saat ditanya jawabnya melenceng dari pertanyaannya”, lanjutnya.

Penasaran dengan cerita tersebut, Ki Man mengantarkan awak media sampai di Lokasi yang tidak jauh dari rumahnya, di pinggir aliran sungai tampilan bebatuan khas gunung kapur, yang berukuran kurang lebih panjang 50 meter dan lebar sekitar 25 meter memang berwujud nyata dengan posisi yang miring sekitar 45 derajat yang menampakkan satu sisi permukaannya saja.

Bisa jadi karena posisi batu yang sedemikian rupa menjadi dasar penamaan dukuh tersebut, tetapi di lain sisi tentang  penamaan dukuh tersebut, Dukuh ini memiliki banyak potensi wisata jika dikembangkan. 

Rabat Beton

Dukuh yang lokasinya terletak dalam area Pegunungan Kendeng itu memiliki batas sebelah Utara dengan Desa Godo, berupa areal perhutanan, sebelah Timur juga Hutan dan Desa Banyukuning yang masuk dalam kecamatan Todanan Blora. Sisi Selatannya berbatasan dengan areal perhutanan Desa Selonatan dan sebelah Barat berbatasan juga dengan hutan Selonatan.

Masih dalam lingkup wilayah Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, dari Desa Godo lokasi Dukuh tersebut berjarak sekitar 4, 5 Kilometer, dan akses jalan menuju lokasi Dukuh sudah cukup baik, tetapi ada sebagian jalan yang sedang dalam perbaikan.

Perbaikan Jalan dengan Rabat Beton yang sedang dikerjakan oleh TNI, Polri juga masyarakat itu merupakan bagian dari Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Kodim 0718/Pati.

Seperti yang diungkapkan oleh Kapten Kav Sugeng (Senin, 16/4), ”Perbaikan Jalan sepanjang 1700 meter dengan kelebaran 2, 5 meter dan tinggi 12 centimeter ini bagian dari realisasi maksud dan tujuan dari TMMD yang diselenggarakan di Desa ini oleh Kodim 0178/Pati”, Ujar Komandan Koramil 18/Winong.

”Dengan perbaikan jalan ini diharapkan nantinya masyarakat Desa Godo dan Dukuh Selowire lebih lancar dan cepat dalam perjalanannya baik dari dan ke dua desa tersebut”, lanjutnya.

Seperti tertulis diatas bahwa dukuh ini memiliki banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan, memang benar adanya, sepanjang perjalanan, Sudar (32 tahun) pemandu yang juga merupakan warga RT 09/RW 01 dukuh selowire menyebutkan lokasi-lokasi yang menarik, salah satunya Loji.

 ”Loji, orang sekitar menyebutnya Ngloji, sisa bangunan khas jaman dahulu, yang menurut ceritanya adalah Rumah dan Benteng yang dibuat oleh penjajah pada jaman Perjuangan dahulu, pemandangan alam sekitar Kedung Winging, Air terjun, juga ada situs-situs kuno yang bisa menjadi sumber sejarah pendukung tentang sisi lain penamaan dukuh Selowire tersebut”, ujarnya.

(Red /SMNetwork /CN41 )