image

TERTIBKAN PENGEMUDI: Petugas Gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta serta Satlantas Polresta Surakarta menertibkan pengemudi yang melanggar aturan trayek yang telah ditetapkan di Jalan Diponegoro, Ngarsopuro, Solo, Senin (16/4). (suaramerdeka.com/ Ilham Baktora)

17 April 2018 | 01:31 WIB | Solo Metro

Tim Gabungan Tertibkan Bus Langgar Trayek

SUKOHARJO, suaramerdeka.com- Sejumlah Bus Antar Kota Antar Provinsi (Akap) dan Antar kota Dalam provinsi (Akdp) yang kerap melintas di Jalan Gatot Subroto - Jalan Diponegoro, ditindak petugas gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta dan Satlantas Polresta Surakarta. Operasi dilakukan lantaran bus - bus tersebut melanggar trayek yang telah ditentukan pihak terkait.

"Kami mendapat aduan dari beberapa warga terkait bus Akap dan Akdp yang melintas di Jalan tersebut. Maka dari itu tim gabungan diterjunkan untuk menertibkan pengemudi bus - bus tersebut. Kami juga langsung menindak dengan menilang SIM masing - masing pengemudi," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Surakarta, Ari Wibowo, Senin (16/4).

Menurutnya, selama gelaran operasi sudah ada delapan bus yang ditilang di Jalan Diponegoro, Ngarsapura, Solo. Selain itu pihaknya juga sudah menyosialisasikan kepada seluruh petugas di Terminal Tirtonadi guna memberitahu pengemudi agar melintas di jalur trayek yang telah ditentukan. Namun hal tersebut tidak diindahkan dan masih banyak yang melanggar aturan tersebut.

"Sosialisasi sudah diberikan ke masing - masing petugas. Jadi kami menunjukkan beberapa temuan kami kepada petugas agar memberitahukan kepada pengemudi agar tidak melintas di jalur tersebut," kata Ari.

Jalur Berpindah

Ari mengatakan, seharusnya jalur trayek bus tersebut melintas dari perempatan Gemblegan - Jalan Veteran - Jalan Bhayangkara (Lotte Mart)  - Jalan Dr Radjiman - Jalan KH Agus Salim -  Jalan Slamet Riyadi ke Barat - Jalan Ahmad Yani - Terminal Tirtonadi.

Namun jalur berubah menjadi, Perempatan Gemblegan - Jalan Veteran - Jalan Gatot Subroto - Jalan Diponegoro - Jalan Ronggowarsito - Jalan Kartini - Jalan Raden Mas Said - Jalan Letjen S Parman - Jalan Ahmad Yani - Terminal Tirtonadi.

Ari menyatakan, beberapa pengemudi mengeluh macet di daerah Kerten. "Beberapa pengemudi mengatakan beberapa titik macet sehingga mereka lebih memilih memotong jalan dan melanggar jalur yang bukan trayeknya. Karena bisa mempersingkat waktu," jelas Ari.

Sementara itu salah seorang pengemudi bus Akap, Indra menyatakan, pihaknya beberapa hari itu kerap melintas jalur Gatot Subroto - Jalan Diponegoro dan tidak ada tindakan. "Selama ini tidak ada sosialisasi dari pihak terkait. Di terminal juga tidak ada pemberitahuan terkait boleh tidaknya melintas di jalur tersebut," kata Indra.

Ari menyatakan berkaitan dengan pembangunan jembatan layang, pengalihan jalur hanya untuk mobil pribadi. Sementara jalur bus Akap atau Akdp tetap sesuai dengan aturan Dishub. 

(M Ilham Baktora /SMNetwork /CN39 )