image

Foto: istimewa

17 April 2018 | 09:42 WIB | Nasional

Kemnaker Terus Matangkan Kajian Serta Rencana SDF dan UB

JAKARTA, suaramerdeka.com -Hingga saat ini Kemnaker terus mematangkan kajian dan rencana Skill Development Fund (SDF) dan Unemployment Benefit (UB) agar memiliki roadmap lebih jelas.

Konsep idealnya, kombinasi alokasi anggaran negara, peningkatan manfaat tambahan untuk  SDF dan UB BPJS Ketenagakerjaan, restrukturisasi iuran-iuran perusahaan dan pekerja plus akumulasi dan pemanfaatan dana-dana dari perusahaan melalui berbagai skema. Seperti CSR dan skema lain. "Pendek kata, kita ingin SDF dan UB nantinya sustainable  (berkelanjutan) agar disainnya bisa memastikan itu dapat berjalan dengan baik," ujar Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri.

Dia mengatakan kalau memakai alokasi APBN semata, tentu tidak akan sustain, tetapi alokasi APBN sangat penting bagi inisiatif awal. "Istilah saya biar ada keranjangnya dulu untuk SDF dan UB. Selanjutnya kita perkuat dengan roadmap yang sustainable, termasuk mengembangkan asuransi sosial kita, " katanya.

Menurut Menteri Hanif, jika pemerintah memulai SDF dan UB melalui APBN, maka seluruh stakeholder terkait akan semakin tergugah berpartisipasi aktif dalam investasi SDM. Menaker Hanif berharap agar SDF dan UB bisa dimulai tahun 2019 sesuai  kemampuan fiskal yang ada. Dimulai dari sektor tertentu, profesi tertentu dan jabatan tertentu yang dianggap paling rentan dan paling membutuhkan SDF dan UB.

Selain itu lanjut Menaker Hanif SDF dan UB bisa diberikan untuk calon pekerja dan pekerja terPHK dengan kualifikasi tertentu baik itu sektor profesi atau jabatan maupun besaran gaji. "Kita harus mulai secepatnya agar di tengah dunia yang penuh ketidakpastian ini, harapan selalu ada. Harapan saya kita punya roadmap yang jelas mengenai SDM. Kalau kita berpikir ideal SDM ke depan dan UB maka perlu pastikan roadmap secara jelas dan cari roadmap ideal, " ujarnya.

Ketua Apindo Anton Supit menilai tugas pokok pemerintah adalah menghapus kemiskinan dan mensejahterakan bangsa. Karena itu paling efektif adalah memberi lapangan kerja. "Lapangan kerja hanya akan ada kalau  ada iklimn investasi yang baik sehingga investor masuk," ujarnya.

Anton mengakui sejak Presiden Joko Widodo dan Menaker Hanif, masalah SDM menjadi fokus utama walaupun dengan keterbatasan anggaran. SDF merupakan salah satu bagian dari keseluruhan masalah SDM. Sejak 2-3 tahun lalu, vokasi menjadi acuan utama dalam pembinaan SDM.
 

(Wahyu Atmadji /SMNetwork /CN26 )