image

Foto Istimewa

17 April 2018 | 10:08 WIB | Suara Kedu

Parampara Praja Minta Masukan UU Keistimewaan

SLEMAN, suaramerdeka.com- Parampara Praja DIY atau lembaga yang bertugas memberikan pertimbangan dan pendapat kepada Gubernur, baru-baru ini mengadakan audiensi bersama Pemkab dan masyarakat Sleman. Pokok pembahasan dalam audiensi  menyangkut implementasi UU Keistimewaan DIY, penurunan angka kemiskinan dan kesenjangan, penataan ruang, serta penanganan intoleransi dan radikalisme.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk tukar pendapat sekaligus sharing terkait hal-hal yang menjadi bahan pembahasan. “Kami juga akan menampung usulan dan pertanyaan untuk disampaikan ke pemerintah," ujar Ketua Parampara Praja DIY Mahfud MD.

Menurut Mahfud selain fokus terhadap implementasi UU Keistimewaan DIY di Sleman, hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah persoalan intoleransi dan radikalisme. Mengingat sekarang merupakan tahun politik, dikhawatirkan akan dimanfaatkan oknum tidak bertanggungjawab dengan menggelontorkan isu demi keuntungan pihak tertentu.

Menurutnya, banyak upaya antisipasi yang bisa dilakukan termasuk dengan tidak mudah terpancing oleh media sosial yang sering memunculkan berita bohong atau hoax. "Masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh hoax. Harus cek dan ricek lagi. Sekarang di era medsos itu penting bagi kita semua untuk berhati-hati," imbuhnya.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun yang menerima kedatangan rombongan Parampara Praja DIY menyampaikan harapan agar ke depan dapat disepakati beberapa langkah penting guna menyamakan persepsi dalam menuju pencapaian target program Pemkab.

(Amelia Hapsari /SMNetwork /CN19 )