image
31 Desember 2017 | Rileks

Si Juki The Movie Bangkitkan Geliat Animasi

OlehSofie Dwi Rifayani

Setelah eksis lewat komik strip per 2011, sosok Si Juki akhirnya ada di dunia nyata. Kehadiran Juki di tengah-tengah masyarakat itu membuatnya laris jadi buronan foto selfie. Oleh para pengguna sosial media, potret Si Juki ramai diunggah menggunakan tanda pagar ”IndonesiaPunyaJuki”.

Kemunculan Juki di area car free day di kawasan Thamrin, Jakarta, misalnya, tak luput dari berondongan kamera. Usut punya usut, Juki mendadak nongol demi mempromosikan film ”Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir” yang tayang 28 Desember ini.

Juki, sosok pria nyeleneh dan santai tetapi selalu hoki, merupakan tokoh fiktif bikinan Faza Ibnu Ubaidillah atau yang lebih terkenal dengan nama Faza Meonk.

Sang kreator mengawali kisah Juki dalam komik ”Ngampus! Buka-bukaan Aib Mahasiswa” pada 2011. Setahun kemudian Faza mengembangkan Si Juki di sosial media. Tak butuh waktu lama, tepatnya pada 2013, Juki laris di pasaran.

Komik yang bisa diunduh gratis dan karakter Juki yang berani beda membuat tokoh yang diceritakan berasal dari Betawi ini mudah membuat jatuh hati. Dari cetak dan digital, tahun ini tokoh yang menasbihkan diri sebagai sosok anti mainstream itu merambah ke layar lebar.

Artis Papan Atas

Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir menceritakan sosok Juki, seorang selebriti yang sedang berada di puncak kejayaan. Sikapnya yang polos dan lucu membuat Juki dicintai. Namun perlahan, ketenaran itu redup karena Juki berbuat kesalahan sehingga ia dikucilkan. Pada waktu yang sama, Badan Antariksa mengungkap bahwa akan ada meteor yang jatuh ke bumi.

Erin (Bunga Citra Lestari), seorang ilmuwan Badan Antariksa, jadi panik dibuatnya. Ia lantas minta tolong Juki untuk menghentikan meteor tersebut. Dibantu teman-temannya, Juki kemudian membentuk Panitia Hari Akhir demi misi menyelamatkan Indonesia.

Beberapa artis top didaulat jadi pengisi suara dalam Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir. Selain Bunga Citra Lestari, ada Indro ”Warkop”, Tio Pakusadewo, Butet Kertaradjasa, Pandji Pragiwaksono, juga komika Arie Kriting. Terbiasa tampil di depan layar, terlibat dalam film animasi adalah sebuah pengalaman baru bagi mereka.

BCL, sapaan Bunga Citra Lestari, lebih senang disebut melakukan voice acting ketimbang dubbing. Pasalnya, meski ”hanya” suaranya yang bisa dinikmati pemirsa, namun istri aktor Ashraf Sinclair itu tetap bekerja keras agar merasuk ke karakter Erin.

Pun halnya dengan Indro Warkop yang memerankan Profesor Juned, paman Juki. Indro mengungkap, bermain dalam Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir membuatnya harus berfantasi atas tiap adegan yang disulihsuarakan. Kesulitan para pemain Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir bisa dimaklumi.

Sebab, urutan pembuatan film ini ialah rekaman suara dahulu, baru membuat animasi. Menyoal animasi, meski tayang di layar lebar, namun Faza selaku sutradara memilih menggunakan 2D agar hasilnya tak jauh beda dengan komik. Tetapi jangan dikira 2D tidak lebih rumit dari 3D. Untuk membuat satu detik, film ini membutuhkan 12 gambar animasi.

Itu sebabnya ada sekitar 40 animator yang terlibat dalam Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir. Lantaran pembuatan animasinya rumit, proyek film Si Juki memakan waktu hampir dua tahun, termasuk proses pembuatan cerita dan pemilihan karakter.

Dari segi guyonan, Juki bisa ditonton berbagai usia. Ada candaan khas anakanak, namun dalam eksekusinya tidak terasa jayus. Demikian pula untuk orang dewasa, guyonan dalam Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir sering terkait dengan kondisi zaman now.

Sukses tidaknya film garapan rumah produksi Falcon Pictures ini dapat menjadi tolok ukur para sineas dan animator untuk berani melangkah di bidang serupa. Di luar itu, film Juki merupakan penanda positif bahwa bangsa ini bisa menciptakan film animasi berkarakter dan tak kalah dengan negara tetangga. (63)

SMCETAK TERKINI