13 Januari 2018 | Suara Pantura

Polres Petakan Titik Rawan Konflik Pilkada

  • Gelar Simulasi Pengamanan

SLAWI- Ratusan anggota Kepolisian Resor (Polres) Tegal mengikuti simulasi pengamanan Pemilihan Kepala Daerah 2018, Jumat (12/1) pagi. Simulasi yang dilaksanakan di Alun-alun Hanggawana Slawi dan kompleks perkantoran Pemkab Tegal itu menjadi tontonan warga. Selain melibatkan ratusan angota Polres, skenario yang dibuat seolah-olah nyata.

Simulasi dimulai dari massa yang mengamuk di TPS, berorasi mengungkapkan kekecewaan karena tidak bisa memberikan suaranya dalam Pilkada 2018 hingga berujung pada aksi anarkis di Kantor KPU Kabupaten Tegal. Kabagops Polres Tegal, Kompol Joko Wicaksono mengatakan, pada kegiatan itu, sebanyak 400 anggota dilibatkan. ”Tadi perkuatan 400 anggota, terdiri atas regu Dalmas, Dalmas Lanjut, Dalmas Kerangka, dan pemeran massa yang melakukan unjuk rasa,” katanya. Simulasi juga diikuti KPU Kabupaten Tegal.

Pada kesempatan tersebut, KPU memberikan sosialisasi tahapan pemungutan suara dan menjelaskan apabila terjadi permasalahan dalam tahapan tersebut. Menurut Joko, latihan simulasi itu dalam rangka kesiapan kepolisian pada pengamanan Pilkada Kabupaten Tegal 2018. Latihan simulasi dilaksanakan sejak Kamis (11/1) hingga Sabtu (13/1). Berikutnya simulasi akan dipertunjukkan pada Rabu (17/1) di hadapan Forkopimda Kabupaten Tegal, pengurus partai politik, pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati.

”Tahapan Pilkada sudah berlangsung dan tahapan masih panjang. Risiko di tiap tahapan pasti ada. Sebelumnya, kami siapkan simulasi atau cara bertindak yang kita simulasikan pada rangkaian tahapan,” tuturnya. Joko menyebutkan,untuk pengamanan Pilkada 2018 ini, Polres Tegal akan mengerahkan 800 personel. ”Untuk pengamanan Pilkada, kami akan bekerja secara all out,” sebutnya.

Sementara itu, atas perintah Mabes Polri, setiap pasangan calon akan mendapat pengamanan melekat. Pengamanan juga diberikan kepada Ketua dan Komisioner KPU, Komisioner Panwaslu. Demikian pula objek-objek vital seperti kantor KPU, Parpol, posko tim sukses dan kantor Pemda. Untuk pengamanan Pilkada, Polres sudah melakukan pemetaan titik-titik rawan konflik. Di antaranya dengan memperhatikan komposisi massa/pendukung dari tiap calon dan sejarah konflik di lokasi yang menjadi basis massa.

Pilkada 2018 di Kabupaten Tegal akan diikuti tiga pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati, yakni Enthus Susmono dan Umi Azizah (petahana), Haron Bagas Prakosa dan Drajat Adi Prayitno, serta Rusbandi dan Fatchudin. Ketiga pasangan telah melakukan pendafataran di Kantor KPU Kabupaten Tegal pada Rabu (10/1) lalu dan selanjutnya mengikuti pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan di RSUP Kariadi, Semarang.

Kapolres Tegal AKBP Heru Sutopo meminta seluruh anggota siap siaga dalam setiap tahapan. Menurutnya, untuk pengamanan Pilkada 2018 di Kabupaten Tegal, Polres Tegal mendapat alokasi anggaran dari APBD Kabupaten Tegal Rp 2,5 miliar. Heru menyebutkan, untuk memastikan penyelenggaraan Pilkada berjalan lancar, tertib dan kondusif, Polres menggelar operasi mantap praja hingga tahapan pelantikan kepala daerah.(H45-40)

Berita Lainnya


SMCETAK TERKINI