13 Januari 2018 | Suara Banyumas

Pembangunan Jalan Bisa Rampung Tahun Ini

PURWOKERTO- Pembangunan jalan akses menuju Jembatan Linggamas dapat rampung tahun ini. Itu jika usulan dana pelebaran jalan Rp 15 miliar dapat dikabulkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas Irawadi mengatakan, pelebaran jalan akses menuju Jembatan Linggamas masih perlu dilakukan di sejumlah ruas, seperti ruas jalan di Desa Pajerukan. Menurutnya, ruas jalan di wilayah tersebut masih memiliki lebar sekitar tiga meter, dari lebar jalan yang direncanakan selebar tujuh meter. "Pembebasan lahan sudah selesai, saat ini tinggal menyelesaikan pelebaran jalan," jelasnya.

Menurutnya, untuk melanjutkan pelebaran jalan, pihaknya telah mengusulkan alokasi anggaran Rp 15 miliar melalui bantuan Gubernur Jawa Tengah. Jika usulan tersebut disetujui, pembangunan jalan akses dapat selesai tahun ini. Tahun lalu, menurutnya, untuk pelebaran jalan akses, pihaknya juga menerima alokasi anggaran dengan jumlah yang sama. "Pada tahun lalu, setelah dilelang, nilai kontraknya Rp 12 miliar," katanya.

Makin Dekat

Sementara itu, dengan adanya jalan akses menuju Jembatan Linggamas, maka transportasi menuju Kabupaten Purbalingga dari Kabupaten Banyumas akan makin dekat. Bukan itu saja, jalur tersebut juga dapat menjadi jalan penghubung dari jalur selatan menuju jalur tengah Pulau Jawa.

diberitakan sebelumnya, pembangunan jalan akses menuju Jembatan Linggamas yang baru akan melewati tiga desa, masing- masing Desa Petir, Kecamatan Kalibagor, Desa Pajerukan, Kecamatan Kalibagor, dan Desa Sokaraja Kidul, Kecamatan Sokaraja. Jalan akses baru tersebut melalui Jalan Jenderal Gatot Subroto, di sekitar Lapangan Sriwijaya, menuju Desa Petir, dan selanjutnya menyambung dengan jalan akses yang sudah lebih dahulu dibangun.

Sebelumnya jalan akses menuju Jembatan Linggamas masih menggunakan Jalan Sokaraja-Kalianja. Ruas jalan tersebut sejak awal memang digunakan sebagai jalan akses, namun kondisi ruas jalan yang relatif sempit dan berada di tengah kawasan permukiman menjadi kendala pengembangan ruas jalan itu.(K17-46)

Berita Lainnya


SMCETAK TERKINI