image

SM/Tresno Setiadi - UNJUK RASA: Sejumlah petani bawang asal Brebes melakukan aksi unjukrasa di Halaman Perum Bulog Pekalongan di Jalan Kolonel Sugiono Kota Tegal, menuntut Bulog menyerap bawang merah milik petani, Jumat (12/1).(40)

13 Januari 2018 | Suara Pantura

Petani Bawang Datangi Kantor Bulog

  • Tuntut Pembelian Bawang

TEGAL-Dengan membentangkan sejumlah spanduk tuntutan, puluhan petani bawang merah asal Brebes yang menamakan diri Aliansi Gabungan Kelompok Tani Brebes melakukan aksi unjuk rasa di Halaman Kantor Perum Bulog Sub Divre VI Pekalongan di Jalan Kolonel Sugiono Kota Tegal, Jumat (12/1).

Mereka mendesak agar Bulog berkoordinasi dengan Kementerian terkait agar melakukan pembelian bawang milik petani Brebes yang belakangan harganya tengah anjlok. Tak hanya itu, dalam orasinya, mereka juga meminta agar ada jaminan harga bawang terendah Rp 15.000 per kg di tingkat petani agar petani tidak lagi merugi. Salah satu peserta aksi, Jumiarso mengungkapkan, pemerintah seolah kurang berpihak kepada petani.

Pemerintah, kata dia, lebih mementingkan konsumen pengusaha dan tengkulak bawang merah. Bahkan kementrian di tingkat pemerintah pusat seolah saling lempar tanggung jawab atas anjloknya harga bawang merah. Pemerintah, kata peserta aksi, lebih cepat tanggap saat harga bawang naik, namun seolah berpangku tangan saat harga anjlok dan sangat meresahkan petani. Kepala Bulog, Muhson yang sempat menemui peserta aksi menyatakan, siap untuk membeli bawang merah dari petani.

Bulog, kata dia, mempunyai tugas menjaga ketahanan pangan melalui persediaan yang cukup, akses dan harga yang terjangkau dan melakukan stabilisasi harga. Sampai hari ini, Kamis (11/1), kata Muhson, sedikitnya sudah 10 ton bawang merah yang dibeli Bulog sejak awal Januari. Selain itu, lanjut Muhson, pihaknya sedang membangun gudang sebagai tempat penyimpanan bawang merah di Desa Klampok, Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes.

Gudang itu dilengkapi dengan control atmosphere system (CAS) fungsinya sama seperti cold storage (ruang penyimpanan bersuhu dingin). ''Dengan dibangunnya gudang ini, artinya pemerintah melalui BUMN, yakni Bulog hadir di tengah masyarakat. Saat harga anjlok, kami beli, kemudian akan disimpan,'' ungkap Muhson.(enn-40)

SMCETAK TERKINI