image

SM/Dini Failasufa - MERAWAT ANGGREK : Pasangan Pemilik Candi Orchid, Eni Asriati dan Ari Sudibyo mengamati buah bunga di sekitar anggrek raksasa dari Lampung (Grammatophyllum Specium) yang berada di area showroom Jalan Jolotundo I Nomor 16, Semarang, Jumat (12/1).

13 Januari 2018 | Spektrum

Budidaya yang Berbunga Cantik

MEMBUDIDAYAKANtanaman Anggrek ternyata berbunga cantik. Pada 2007 saat tanaman Antorium naik daun, pemilik Candi Orchid, Eni Asriati tidak tergoda. Dia dan suami, Ari Sudibyo tetap fokus pada Anggrek.

Hal ini mengantarkannya kepada showroom seluas 1400 meter persegi di Jalan Jolotundo I Nomor 16, Siwalan, Gayamsari, Semarang. Sebelumnya kebun yang mereka miliki hanyalah sepetak halaman di sekitar rumah, tidak ada 100 meter persegi luasnya. Kini pasangan tersebut sudah memiliki dua kebun, satu showroom, dan satu laboratorium. Merintis keisengan hobi semenjak 1998, dengan omzet Rp 250.000, dan kini mencapai Rp 50 juta per bulan.

Memang kejayaan bisnis anggrek sangat terasa sekitar 2004-2006, puncaknya 2006. ‘’Namun perkembangan bisnis anggrek itu sebetulnya stabil,” ujar Eni. Meski tidak terlihat sepopular dulu, peminat tak pernah merosot. Berbeda dengan petani Antorium yang saat ini sudah tak terlihat karena kehilangan konsumen.

Di Semarang, nominal pembeli memang tidak banyak. Tetapi di luar pulau justru Anggrek banyak dicari. Setiap Kamis, setidaknya 400 tanaman dikirim ke beberapa daerah, seperti Jambi, Bengkulu, Riau, dan Medan. Harga jual anggrek di daerah-daerah tersebut bisa dua kali lipat dibanding di sini. Adapun Eni pernah mendapat pesanan hingga ke London dan Afrika.

‘’Anggrek kami berbeda dari pasaran, banyak yang dikawinsilang, sehingga unik,” ungkap Ari. Hal itu merupakan salah satu strategi pemasaran yang cukup bagus. Selain kawin silang, Ari juga mempelajari kultur jaringan. Dari 2004 hingga 2010, Ari telah menghasilkan 2400 silangan jenis Anggrek. Dia juga membuka kelas pelatihan berbayar maupun gratis untuk pengetahuan yang dia miliki ini. Mahasiswa, siswa, guru, dan dinas terkait sering melakukan kerja sama untuk pembinaan.

Tiga Jenis Anggrek

Menurut jumlah peminat, ada tiga jenis anggrek yaitu, anggrek koleksi (10 persen), anggrek alam (6 persen), dan selebihnya adalah anggrek komersial. Untuk anggrek komersial yang paling laku di pasaran adalah jenis Anggrek Dendrobium dan Anggrek Bulan atau Phalaenopsis.

‘’Kami hingga bisa seperti saat ini semuanya murni autodidak,” ungkap Ari. Keduanya sangat menghargai usaha dan proses. Seperti halnya menanti Anggrek alam dari Lampung jenis Grammatophyllum Specium, yang pada tahun ke-17 baru berbunga. Bunga raksasa tersebut terlihat megah di tengah kolam sekitar kebun.

Banyak yang bilang jenis tersebut sulit dirawat dan tidak cocok dengan iklim Semarang. Nyatanya kali pertama berbunga pada 2014, sebanyak 13 tangkai dengan 50 kuntum per tangkainya berhasil membuat senyum merekah di wajah mereka. Jenis itu satu-satunya yang belum dikloning, sebab memakan waktu belasan tahun. Lainnya sudah, termasuk Anggrek Besi (dendrobium violaceoflavens) yang tingginya bisa mencapai tiga hingga empat meter.(23)

Penulis :Dini Failasufa dan Dwi Ani Retnowulan
Penyunting :Dwi Ani Retnowulan

Berita Lainnya


SMCETAK TERKINI