image
14 Januari 2018 | Her Spirit

Busana Mewakili Kecantikan

DI BALIKpara wanita yang cantik dan percaya diri dalam kontes kecantikan, ada desainer yang membuatkan busana khusus bagi mereka, sehingga sang kontestan tak hanya terlihat cantik, tapi juga berkarakter.

Niki Hutomo, seorang desainer yang merupakan pengajar di LPTB Susan Budihardjo Semarang, merupakan sosok di balik busana-busana cantik yang dikenakan Dea Rizkita (Puteri Indonesia Jawa Tengah 2017), Anindya Kusuma Puteri (Puteri Indonesia 2015), dan juara Denok Kota Semarang bertu rut-turut 2013 - 2016. Lewat brand-nya, T.O.M.O, Niki cukup sering mendesain dress feminin yang berkesan cantik, yang memang dikhususkan untuk kebutuhan beauty pageants.

Gaun-gaunnya dominasi material brokat, tulle dan satin, dan kesan glamor dipertegas dengan aplikasi Swarovski, payet dan renda-renda. Ia senang mendesain ‘busana cantik’ karena wanita yang mengenakannya harus tampil percaya diri dihadapan publik. Selain itu, untuk sesi foto para pelaku pageants, baik Puteri ataupun Duta Wisata, mereka membutuhkan tampilan yang cantik dan elegan.

Tidak hanya menggunakan material yang modern saja, Niki pun tak jarang menggunakan kain tradisional yang ia olah menjadi gaun yang berkesan modern. ”Tujuannya ingin melestarikan kain tradisional, dan membuat kain tradisional nggak terlihat kuno. Kain-kain tersebut bisa kok, diolah menjadi busana modern dengan tetap menunjukkan sentuhan khas Indonesia.

Bagaimana dengan karakter pemakainya? Niki mengatakan, ia pun menyesuaikan karakter, gaun tersebut untuk dikenakan siapa. Misalnya gaun dengan siluet mermaid yang dikenakan Dea Rizkita. Gaun berwarna ungu tersebut menggunakan Tenun Troso yang dikombinasikan dengan satin. Meski berpotongan simpel dan sederhana, Tenun Troso dan aplikasi payet pada bagian dada, memberikan sentuhan yang glamor.(63)

Teks:Irma Mutiara Manggia
Foto:Dok. Niki Hutomo

Berita Lainnya


SMCETAK TERKINI