image

Buah tangan khas tanah Batak

14 Januari 2018 | Jalan-jalan

Berburu Kain Tanda Cinta

DARISamosir, pantang pulang tanpa buah tangan berupa ulos. Kain tenun tradisional itu bisa Anda beli di lapak suvenir di Tomok atau Huta Siallagan. Namun lebih afdal Anda mengunjungi pusat perajin olos Desa Lumban Suhi-suhi Toruan dan membeli langsung dari penenun.

Desa itu berada di antara Pelabuhan Tomok dan Pangururan, kota kabupaten Samosir. Ke Lumban Suhi-suhi Toruan butuh waktu sekitar 40 menit dari Tomok atau 20 menit dari Pangururan melalui jalan darat. Saat memasuki desa itu, layaknya desa lain di Samosir, Anda akan disuguhi pemandangan indah Danau Toba yang hanya beberapa puluh meter dari jalan utama. Gunung Pusuk Buhit juga memamerkan keindahan. Di kiri-kanan jalan berdiri perkampungan dengan rumah adat jabu bolon.

Ada pula tugu atau makam khas dengan bangunan bertingkat dan bermotif gorga. Memasuki Lumban Suhi-Suhi, tampak para perempuan menenun ulos di luar rumah, di bawah pohon, sambil bercengkerama. Mereka menenun secara turun-temurun sejak muda. Ulos adalah salah satu benda sakral. Ulos simbol restu, kasih sayang, dan persatuan. Ijuk pangihot ni hodong, ulos pangihot ni holong; jika ijuk pengikat pelepah ke batang, ulos pengikat kasih sayang antarsesama.

Harga ulos standar dari benang sutra antara Rp 300.000 dan Rp 500.000. Ulos berkualitas tinggi antara Rp 1 juta dan Rp 5 juta, karena pengerjaan yang tak mudah serta lama. Sehelai ulos dibuat antara satu dan empat pekan, tergantung pada jenis kain dan tingkat kerumitan. Masyarakat Batak memakai ulos pada berbagai acara adat, dari pernikahan, pemakaman, maupun pesta marga. Pengunjung dapat memiliki ulos sebagai cendera mata.

Setidaknya ada 24 nama ulos dengan nilai, fungsi, dan pemakaian berbeda-beda. Nama-nama ulos itu adalah Pinunsaan (Runjatmarisi), Ragi Idup, Ragi Hotang, Ragi Pakko, Ragi Uluan, Ragi Angkola, Sibolang Pamontari, Sitolu Tuho Nagok, Sitolu Tuho Bolean, Suri-suri Na Gok, Sirara, dan Bintang Maratur Punsa. Seterusnya Ragi Huting, Suri- Suri Parompa, Sitolu Tuho Najempek, Bintang Maratur, Ranta-ranta, Sadun Toba, Simarpusoran, Mangiring, Ulutorus Salendang, Sibolang Resta Salendang, Ulos Pinarsisi, dan Ulos Tutur Pinggir.

Kain tenun bernilai tertinggi bagi masyarakat Batak Toba yang dikenakan pada pesta riang gembira itu ulos Ragi Idup. Adapun dua jenis ulos untuk “pesta duka” saat ada keluarga meninggal adalah ulos Sibolang Pamontari dan Sirara. Kini, kebanyakan kaum muda Batak Toba memakai ulos bermotif dengan latar warna putih, merah, dan hitam. Ulos itu mereka kenakan sebagai blazer (baju jas), tas, dan bahkan sandal.(44)

Berita Lainnya


SMCETAK TERKINI