16 Maret 2018 | Edukasia

USBN Kembalikan Kedaulatan Guru

JAKARTA- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mendorong pemerintah daerah agar memanfaatkan hasil ujian nasional (UN) untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah masing-masing.

”UN merupakan salah satu alat untuk melakukan refleksi yang memberikan gambaran mengenai capaian hasil belajar yang apa adanya, sehingga dapat digunakan untuk perbaikan,” ujar Mendikbud, Muhadjir Effendy di Jakarta, kemarin. Selain UN, Mendikbud juga mengingatkan peran ujian sekolah berstandar nasional (USBN) yang diharapkan dapat mengembalikan kedaulatan guru sebagai pendidik dalam melaksanakan evaluasi belajar.

”Lewat penyelenggaraan USBN, pemerintah ingin memberdayakan guru dalam pembuatan soal dan evaluasi,” tuturnya. Para guru, lanjut dia, harus terus dilatih untuk meningkatkan mutu termasuk dalam evaluasi. ”Dengan demikian, guru dapat memastikan siswa mencapai kompetensi lulusan yang diharapkan,” terangnya.

Naskah soal USBN sekolah dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) disusun oleh guru pada satuan pendidikan yang dikonsolidasikan di Kelompok Kerja Guru (KKG). Adapun naskah soal USBN jenjang SMP/MTs dan SMA/MA/SMK disusun oleh guru pada satuan pendidikan yang dikonsolidasikan di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). ”Perakitan soal (sampai dengan 100 persen) dilaksanakan di tingkat MGMP- /KKG/Forum Tutor atau di satuan pendidikan,” imbuhnya.

USBN SD

Pada penyelenggaraan USBN tahun ini, terdapat tiga mata pelajaran yang diujikan untuk jenjang SD, yaitu Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Matematika. Untuk paket A diujikan lima mata pelajaran, yaitu PKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA dan IPS. Untuk jenjang SMP dan SMA/MA, semua mata pelajaran diujikan dalam USBN. Selain pilihan ganda, peserta didik juga diminta mengerjakan soal berbentuk esai.

”Di USBN, kami minta guru membuat soal esai atau uraian. Porsinya sekitar 10 persen dari keseluruhan soal,” jelas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud, Totok Suprayitno. Totok mengatakan bahwa pembiasaan mengerjakan ujian esai diharapkan membantu siswa terbiasa berargumentasi dan menyampaikan alasan (rasional) atas pendapatnya.

”Untuk dapat menggali kemampuan siswa mengungkapkan alasan dari sebuah jawaban, yaitu dengan esai,” tambahnya. Kepala BSNP, Bambang Suryadi, menyampaikan bahwa jadwal pelaksanaan USBN tahun ini ditetapkan oleh dinas pendidikan provisi/kabupaten/kota sesuai kewenangannya berdasarkan zona (kluster) KKG/MGMP/- Forum Tutor.

Menurut Bambang, penetapan jadwal USBN dengan mempertimbangkan ketuntasan kurikulum, kalender akademik masing- masing satuan pendidikan, hari libur nasional/keagamaan, jadwal pelaksanaan UN jadwal pengumuman kelulusan, serta moda pelaksanaan ujian berbasis komputer atau kertas dan pensil.( nya-42)