image

Laut Mati dengan air yang membiru

18 Maret 2018 | Jalan-jalan

Lumpur dan Sensasi Laut Mati

LUMPURLaut Mati diyakini berkhasiat untuk perawatan kulit. Sejumlah salon dan kosmetik menjual ramuan lumpur itu dengan harga cukup mahal. Konon, lumpur Laut Mati bisa mempermulus dan membersihkan kulit. Karena itulah, saat berkunjung ke Laut Mati, saya ingin juga memborong pembalur tubuh berbahan lumpur dari tanah asalnya. Usai makan di sebuah rumah makan di Amman, Yordania, perjalanan dimulai.

Hujan turun ketika kami sampai di Bandara Queen Alia, setelah perjalanan dari Jakarta dengan pesawat Royal Jordanian Airlines. Kru pesawat dan petugas sangat ramah. Udara dingin menyergap saat kami keluar pintu bandara menuju bus. Jalan sangat lebar dan mulus. Lalu lintas tidak terlalu ramai menuju Laut Mati.

Sebuah toko cendera mata menjadi pemberhentian antara. Berbagai pembalur tubuh tersedia di toko itu. Penjaga toko sangat ramah. Saya tergiur melihat deretan bahan kosmetik dalam berbagai kemasan. Namun begitu melihat harga dolar Yordania yang dikurskan rupiah menjadi terasa mahal, saya tidak jadi memborong. “Di sini asli,” kata penjaga toko dalam bahasa Inggris.

Penjaga toko itu membujuk dengan menawarkan manfaat ramuan lumpur dan garam Laut Mati. Sangat persuasif. Ya, siapa sih tidak ingin memiliki kulit sehat, cerah, dan halus? Selain berbagai kosmetik, toko itu juga menjual suvenir dan berbagai kerajinan. Saya memilih membeli gantungan kunci dan souvenir yang bisa ditempel ke dinding kulkas. Murah, meriah, dan ringkas.

Gampang dibagikan ke banyak teman sebagai oleh-oleh. Perjalanan berlanjut. Kami melewati deretan toko dan hotel. Lalu, ya, kami melihat hamparan air yang membiru. Itulah Laut Mati. Suhu sangat dingin. Langit menghitam. Cuaca tidak bagus membuat kami hanya melihat pemandangan di tepian Laut Mati. Kami memilih tidak menceburkan diri. Apalagi kami harus segera bergegas menuju ke perbatasan Israel, melanjutkan perjalanan ke Masjidil Aqsha di Yerusalem. “Laut Mati sebenarnya bukan laut.

Hanya danau. Panjang 60 kilometer, lebar 12 kilometer. Airnya asin sekali, terasin di dunia. Kadar garam di laut biasanya 5 persen, sedangkan di Laut Mati ini sekitar 30 persen,” kata Mardi. Memang menjadi sensasi tersendiri menikmati biru air di kawasan terendah di muka bumi.(44)

SMCETAK TERKINI