image
18 Maret 2018 | Sehat

Senyum Memesona Tanpa Gummy Smile

SENYUMANyang indah mempesona dipercaya bisa menambah rasa percaya diri seseorang. Senyuman yang dianggap sempurna tidak hanya memperlihatkan deretan gigi yang putih, bersih, dan rapi, tapi juga ‘penampakan’ gusi pada gigi bagian atas yang tidak menonjol.

Bila Anda tersenyum, coba perhatikan, apakah deretan gigi bagian atas memperlihatkan gusi yang berlebihan atau terlalu menonjol? Atau, apakah Anda merasa deretan gigi atas terlihat lebih kecil dibandingkan dengan gusinya? Jika jawabannya iya, mungkin Anda memiliki kondisi yang disebut “gummy smile”. Apa itu gummy smile? Apabila gusi terangkat atau tampak besar antara 3 - 4 milimeter di atas batas gigi ketika tersenyum.

Gusi yang berlebihan tersebut hanya muncul ketika Anda tersenyum, bukan setiap saat. Drg Rendy Sumali dari RSUP dr Kariadi Semarang memaparkan, ada tiga hal yang menyebabkan seseorang memiliki gummy smile. Pertama, karena tonus otot bibir yang terlalu besar. Tonus atau ketegangan otot bibir merupakan semacam pengikat antara bibir bagian dalam dan gusi.

Bila terlalu lebar atau besar, otomatis akan mengekspos gusi secara berlebihan. Kedua, kondisi gusi yang tebal. Gusi yang tebal akan membuat deretan gigi jadi terlihat pendek atau kecil. Dan ketiga, komposisi tulang yang tidak seimbang. Komposisi tulang yang seimbang, memiliki ukuran yang sama antara 1/3 wajah bagian atas, tengah, dan bawah. Kondisi yang tidak seimbang, memiliki bagian bawah yang lebih besar dibandingkan dengan bagian atas dan tengah wajah.

Mengoreksi Senyuman

Untuk menganalisa mana yang Anda alami di antara ketiga hal itu, dokter gigi akan menganalisa senyuman Anda alias melakukan smile analysis. Pasien akan diminta tersenyum, lalu diukur dengan alat pengukuran rahang. Ya, rahang pun turut mempengaruhi gummy smile. Dan masing-masing orang memiliki jenis rahang yang berbeda- beda. Setelah ditemukan penyebabnya, bagaimana mengoreksinya? Apakah harus melalui operasi?

“Gummy smile ini hanya masalah estetika, bukan permasalahan dari segi kesehatan, jadi tidak harus dikoreksi,” tutur dokter gigi spesialis periodontal tersebut. Lebih lanjut, ia menambahkan kalau gummy smile berhubungan dengan kepercayaan diri masing-masing individu. Bila Anda merasa wajar, percaya diri dan tidak ada masalah, maka tidak perlu mengoreksinya.

Adapun bila ingin mengoreksinya, jenis perawatan akan disesuaikan dengan masing-masing penyebab. Untuk kasus tonus otot bibir yang terlalu besar, dilakukan operasi minor (operasi ringan, hanya dengan bius lokal), dengan mengoreksi bibir bagian atas. Dengan demikian bila Anda tertawa, bibir tidak terangkat terlalu ke atas. Selain tindakan operasi, bisa juga dengan suntik botox, yang tujuannya untuk melemahkan otot bibir atas. Namun suntik botox tidak memberikan hasil yang maksimal, dan bersifat hanya sementara.

Bila efeknya telah hilang, Anda harus kembali melakukan suntik dan mengulangnya secara rutin. Lalu untuk permasalahan gusi tebal, dilakukan operasi gingivoplasty, yakni memotong gusi, yang bisa dilakukan dengan pisau bedah atau laser. Pemotongan gusi dilakukan sampai sebatas garis senyum, tidak seluruhnya. Nah, untuk kasus komposisi tulang yang tidak seimbang, dilakukan pembedahan major (operasi besar/umum). Pembedahan ini lebih kompleks karena harus memotong tulang rahang.

Bila pasien memiliki susunan gigi yang tidak rata plus gummy smile, maka harus dilakukan koreksi giginya terlebih dahulu dengan menggunakan kawat gigi, baru kemudian mengoreksi gusinya (Irma Mutiara Manggia-58)