image

BUBUHKAN TULISAN ARAB : Presiden Jokowi membubuhkan tulisan Arab dalam karya Alquran akbar yang dirintis Unsiq. (65)

28 Maret 2018 | Hello Kampus

Memadukan Pesantren dan Perguruan Tinggi

TELAH30 tahun Universitas Sains Al-Quran (Unsiq) Jawa Tengah di Wonosobo memacu prestasi akademik dengan bekerja dengan lembaga dalam negeri dan luar negeri.

Belum lama ini Unsiq bersama Chia Nan University (CNU) Taiwan bekerja sama menggelar magang bekerja sembari kuliah gratis selama empat tahun.

Ikhtiar memadukan nilai-nilai luhur pesantren dan sains di perguruan tinggi dilakukan secara tulus. Kebutuhan sains dan keagamaan yang saling terpadu menjadikan Unsiq dipandang unggul.

Ciri khasnya, anak kuliah belum tentu santri, namun jika mahasiswa Unsiq sudah barang tentu santri. Begitulah ungkapan yang telah berkembang di masyarakat. Di Jateng, kampus ini bisa dikatakan memiliki santri paling banyak.

Pemerintah Taiwan melalui Hongfu International Technology CO Ltd menggandeng sedikitnya 30 perusahaan memberikan kesempatan menampung mahasiswa sekaligus santri ini untuk magang bekerja sambil kuliah secara gratis selama empat tahun.

Terobosan itu bukan sekadar euforia, dan akan terus diperjuangkan. Kembali ke belakang, tanggal 9 April 1988 atas prakarsa KH Mantaha al-Hafidz, Pengasuh Pondok Pesantren al-Asy’ariyyah Kalibeber Mojotengah, kampus hijau ini berdiri.

Mulanya bernama Intitut Ilmu Al Qur’an (IIQ), sebuah perguruan tinggi yang dirancang untuk mewujudkan pesantren luhur Alquran dalam kehidupan seharihari. IIQ memiliki tiga Fakultas Tarbiyah, Dahwah, dan Syari’ah.

Kemudian tahun 1994 berdiri AKPER dan Tahun 1996 berdiri STIE-YPIIQ. Tiga lembaga IIQ, AKPER, dan STIEYPIIQ bergabung dan menjadi Unsiq Jawa Tengah di Wonosobo, berdasarkan SK Mendiknas RI Nomor 87/D/0/2001, tertanggal 9 Juni 2001.

Transformasi Nilai Alquran

Rektor Unsiq Dr Muchotob Hamzah menyampaikan, universitas yang dipimpinnya dirancang untuk menerapkan sistem pendidikan yang memadukan keunggulan pesantren dan keunggulan universitas modern. Sebagai konsekuensinya, mahasiswa Unsiq tak hanya diajarkan pengetahuan modern, tetapi juga ilmu keislaman yang berasal dari pesantren.

Secara konsisten, selama 30 tahun, Unsiq mengabdi kepada umat serta bangsa dan masyarakat. Hal ini sesuai misi ”Mewujudkan Universitas Transformatif, Humanis dan Qur’ani” mengacu pada pedoman Unsiq untuk menghasilkan lulusan yang mampu mentransformasikan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan.

Artinya, pesan-pesan moral, ilmu pengetahuan, sejarah, perumpamaan dan sebagainya yang ada dalam Alquran dapat diaplikasikan dalam memberdayakan ilmu guna kesejahteraan umat, sebagai khalifah fi al-ardl.

Karakter lulusan dalam dinamika budaya, sosial dan politik kebangsaan mencerminkan nilai-nilai tasammuh (toleran), tawazun (seimbang), dan tawashuth (moderat), yang senantiasa mendahulukan maslahatu ammah (kepentingan umum) masyarakat dan bangsa.

Dikampus ini arah pembangunan manusia juga jelas yaitu mentransformasikan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan. Selama 30 tahun Unsiq berkiprah, didukung suasana bumi Wonosobo yang sejuk memungkinkan tercapainya cita-cita ini.

Keterpaduan antara pendidikan tinggi modern dan keluhuran pondok pesantren akan terus dipertahankan. Muchotob menjelaskan, penyelenggaraan Pondok Pesantren Mahasiswa yang terpadu dengan kampus sebagai pusat pendidikan karakter yang diasuh oleh para dosen.

Penyediaan fasilitas perkuliahan dan laboratorium komputer, fisika, bahasa, kesehatan, elektronika, mesin, microteaching, peradilan dan bisnis Islam sudah dijalankan dan menjadi daya tarik para santri. Saat ini Unsiq sudah memiliki puluhan tenaga pengajar mulai yang bergelar magister, doktor, hingga guru besar.

Termasuk berasal dari kalangan profesional. Banyak cerita yang bisa dirangkum dari kampus santri ini. Fasilitas pendukukung kegiatan mahasiswa pun disiapkan dengan keberadaan radio, studio TV, studio seni mereka bisa berekpresi dalam bingkai budaya, tentu tidak lepas dari ciri khas santri itu sendiri.(65)