image
08 April 2018 | Her Spirit

Kaisya Ukima Tiara Anugrahani

Kue Penuh Seni

Kenangan masa kecil akan kue-kue lucu saat Lebaran di Kota Pontianak, membangkitkan Kaisya Ukima Tiara Anugrahani untuk berkreasi. Perempuan yang lebih senang disapa Icha ini membuat kue-kue lucu sendiri semenjak menetap di Semarang.

”Saya tertarik melukis cookies karena membangkitkan kenangan masa kecil saya. Soalnya dulu saya lahir dan besar di Pontianak. Nah, di Pontianak itu kalau Lebaran kue keringnya lucu-lucu banget. Sampai akhirnya saya harus pindah ke Semarang waktu kelas II SD. Saya heran kok di Semarang kue Lebarannya biasa saja nggak dihias warnawarni. Lalu saat lulus SMA terbersitlah membuat kue lukis,” cerita Icha.

Meski sempat vakum karena sibuk merampungkan pendidikan, hobinya di bidang lukis membawanya kembali menggambar di atas kue. Saat lulus kuliah Icha mantap membuka bisnis cookies art/decoration dengan nama Happy Ally. Tak butuh waktu lama untuk membawa Icha menjadi artisan kue yang cukup hip di Jawa Tengah.

Hasil karyanya laris di pasaran dan banyak kelas workshop yang menjadikan dirinya sebagai pengajar. ”Orang bilang ‘kalau jodoh, nggak ke mana’begitu pula dengan hobi. Jika sudah suka, mau ke mana pun kita atau apa pun kegiatan yang baru kita lakukan pasti akan kembali lagi ke hal yang kita suka.

Setelah vakum beberapa lama karena sibuk kuliah dan bekerja, saya pun kembali melukis cookies dan akhirnya terbentuklah Happy Ally dengan saya sendiri berada di baliknya,” tutur penyuka teh herbal ini. Meski kini menjadi pengajar workshop, sebelumnya ia pernah mendapatkan kelas workshop langsung dari ahlinya.

”Alhamdulillah pada oktober 2017 saya berhasil menyabet juara tingkat nasional saat mengikuti workshop challenge yang diadakan salah satu bank asing di Indonesia. Atas capaian itu, saya berkesempatan mengikuti workshop gratis langsung dari ahlinya. Saya berkesempatan memperdalam kemampuan tentang Art Cookies dengan tutor yang berasal dari Beijing.

Di workshop itu saya mempelajari 3D art cookies. Alhamdulillah, Lawang Sewu dan Tugu Muda Art Cookies yang saya buat menarik perhatian media lokal di Semarang,” ujar penggemar olahraga renang ini. Dibandrol dengan harga cukup terjangkau, kue penuh seni ini laris di pasaran. Sampai-sampai Icha kewalahan menangani orderan dan mencari bahan baku yang cukup.

”Kesulitannya adalah di bahan, waktu, dan tenaga lukis. Dapat edible color di Semarang sangat susah, kalau ada juga nggak lengkap. Akhirnya saya beli melalui media daring dan sejujurnya saya agak kapok karena waktu itu saya beli online, edible color-nya nggak datang-datang dan kadang cat yang saya inginkan nggak sesuai dengan aslinya.

Lalu karena saya membuat cookies lukis ini sendiri jadi menerima order cookies lukisnya terbatas. Sangat sulit menemukan partner yang cocok untuk melukis cookies, karena perlu kesabaran dalam melukis cookies apalagi pada cookies yang berukuran kecil,” kata perempuan yang hobi mendengarkan musik bergenre folk & rock ini.(58)

Tentang
Kaisya UkimaTiara Anugrahani
Pontianak, 17 Oktober 1992
? Hobi melukis, crafting, fotografi
? Ramah
? Kreatif
? Suka film-film Ghibli
? Senang mendengarkan musik-musik folk & rock

Teks :Dhaneswari Tiara
Busana dan Foto :Kaisya Ukima Tiara Anugrahani

SMCETAK TERKINI