image
15 April 2018 | Her Spirit

Riska Trisyanti Kartika

Bercerita lewat Tari

"Why walk when you can dance?" sepenggal kalimat milik Ellen van Damme tersebut menggambarkan kecintaan Riska Trisyanti Kartika terhadap dunia tari. Hampir 30 tahun ia berkiprah di dunia tari dan masih terus mengajarkan tari modern hingga kini.

Wanita ini pemilik dari Riana Dance Semarang. Sejak kecil ia sudah sering mengikuti pentas-pentas senam aerobik. Aerobik? Ya, karena awalnya Riana merupakan studio aerobik milik orang tua yang didirikan pada 1968. Raina sendiri diambil dari nama kakak pertamanya.

Bagaimana dari studio senam aerobik berubah menjadi studio tari? Ia yang awalnya menguasai senam anak-anak, mengajak teman-temannya membuat grup untuk mengisi berbagai acara.

Lalu, terbentuklah Riana Dance Grup pada 1989. Seiring berlajalannya waktu, Riska lebih tertarik untuk mengisi acara-acara yang bersifat hiburan daripada mengikuti perlombaan.

"Kali pertama memutuskan fokus terhadap acara yang bersifat entertain, karena saya ditawari untuk mengisi acara pesta pernikahan. Lalu berkembang ke acara drama musikal, ulang tahun, musikal fashion shsow, dan acara gathering perusahaan," papar wanita yang juga menguasai tari balet tersebut.

Tari yang ia kuasai memang memiliki ciri khas modern dan kontemporer. Musik yang mengiringi pun bisa beragam. Mulai dari pop, klasik, jazz, R 'n B, hingga disko.

Berkat tari, ia dan timnya telah menari di beberapa tempat di Indonesia. Mulai dari Pulau Jawa, Bali, dan Kalimantan. Tidak cuma tari, Riana Dance pun memiliki tim pagar ayu.

Berkomitmen Kuat Apa yang membuat Riana Dance berbeda dan terus eksis hingga sekarang? Konsep dan kostum yang kuat. Riska mengatakan kalau ia berkomitmen kuat dengan dua hal tersebut.

Ibaratnya, ada 10 klien, ada 10 konsep yang berbeda. Khusus untuk kostum, ia bekerja sama dengan sang kakak, Riva Yoshida, yang spesialis merancang kostum. Jadi, untuk segala pementasan, tidak ada kostum yang seadanya.

Mulai dari para penari, koreografi, konsep, dan kostum ia perhatikan secara detail. Begitu pula dengan musikal fashion show. Para penarinya harus menyatu dengan tema dan musik, namun tidak lebih menonjol dari fashion yang ditampilkan.

"Tantangan terbesarnya, menuangkan konsep ke dalam tarian, menciptakan gerakan yang sesuai dengan tema dan nge-blend dengan fashion juga," paparnya. Selain memiliki anak-anak didik di Riana Dance, Riska juga kerap menjadi pengajar di beberapa sekolah.(58)

Teks & Foto: Irma Mutiara Manggia
Busana : Riska Trisyanti Kartika