16 April 2018 | Internasional

Pentagon Rilis Foto Hasil Serangan Gabungan

DAMASKUS- Pemerintah Suriah menyatakan target-target serangan pasukan gabungan AS, Inggris, dan Prancis tidak menimbulkan kerusakan, namun foto-foto saletit memperlihatkan kenyataan yang berbeda. Pentagon atau Departemen Pertahanan AS merilis foto-foto saletit yang memperlihatkan target-target serangan di Damaskus dan sekitarnya pada Sabtu (14/4) dini hari waktu setempat.

Dalam foto-foto itu terlihat kerusakan besar di fasilitas-fasilitas kimia yang menjadi sasaran serangan terbatas tersebut. Amerika Serikat melancarkan aksi militer gabungan dengan Prancis dan Inggris dengan menembakkan 110 rudal terhadap tiga lokasi di Damaskus dan Homs, Suriah, pada Sabtu dini hari waktu setempat.

Juru bicara Pentagon Dana White menyatakan serangan berhasil menghancurkan target-target yang disasar. Rusia yang merupakan pendukung Suriah mengatakan beberapa pangkalan udara dan fasilitas riset terkena tembakan, sedangkan militer Suriah menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat 71 dari 110 rudal jelajah yang ditembakkan.

Salah satu target utama serangan itu adalah Distrik Barzah yang berada di sebelah utara Damaskus dan merupakan lokasi pusat penelitian ilmiah utama milik Suriah. "Pentagon menilai bahwa agen saraf ada di pusat penelitian Barzah yang ditargetkan oleh AS dan sekutu," ujar Direktur Staf Gabungan AS, Letjen Kenneth McKenzie.

McKenzie memastikan, serangan dengan berbagai rudal dan misil yang dilontarkan AS bersama sekutu tidak akan membuat zatzat berbahaya itu menyebar. "Profil serangan yang kami gunakan membantu meminimalkan kekhawatiran tentang bagaimana bahan kimia akan tersebar dalam serangan," tuturnya. Serangan itu pun disebut AS akan membuat Suriah kembali mundur bertahun-tahun dalam program senjata kimia mereka.

AS juga membantah pernyataan Suriah bahwa militer mereka telah menghalau sejumlah serangan dari AS, Inggris, dan Prancis. "Dan kami tidak memiliki indikasi bahwa sistem pertahanan udara Rusia dikerahkan, semua pesawat kami dengan aman dikembalikan ke pangkalan mereka," tegas McKenzie.(cnn-sep-25)