16 April 2018 | Ekonomi - Bisnis

Sinergi Tingkatkan Penerimaan Negara

SEMARANG- Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Jateng-DIY bersinergi dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jateng I, II, dan DIY untuk meningkatkan serta mencapai target penerimaan negara dari pendapatan bea dan cukai Rp 44,29 triliun, tahun ini.

"Metode yang dilakukan joint analysis, joint audit, dan joint investigation. Misalnya saling tukar informasi data, terutama yang berkaitan dengan wajib pajak," tutur Kepala Kanwil DJBC Jateng- DIYParjiya. Ia mengungkapkan hal itu saat penandatanganan surat keputusan bersama dan kesepakatan kerja sama di Kantor DJBC Jateng-DIY Semarang, pekan lalu.

Pihaknya yakin, target Rp 44,29 triliun bakal tercapai. Sebagai perbandingan, target penerimaan bea masuk dan keluar serta cukai Rp 42,6 triliun tahun lalu bisa tercapai. Menurut dia, ada sekitar 4.500 wajib pajak yang mencakup importir, eksportir, pengusaha pengurusan jasa kepabeanan, serta pengusaha barang kena cukai di Jateng dan DIY. Penerimaan bisa dimaksimalkan. Beberapa sektor penyumbang penerimaan DJBC, kata Parjiya, yakni cukai rokok.

Atas kebijakan Kementerian Keuangan, lembaganya berkomitmen memacu pemerimaan dari sektor riil. "Sektor riil menumbuhkan usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM). Misalnya pelaku UMKM hendak mengekspor barang keluar, pengurusan dipercepat. Kami bisa memberi jaminan hingga Rp 350 juta, bahkan setelah ekspor dilakukan terlebih dahulu," tambah dia.

Kepala Kanwil DJP Jateng I Irawan menyebutkan sinergi sudah dilakukan sebelum penandatanganan kesepakatan kerja sama. Sinergi dengan DJBC merupakan instruksi langsung dari Kementerian Keuangan untuk memacu pendapatan pajak.

"Dengan pertukaran data, kami tahu berapa potensi nilai pajak dari wajib pajak; penerimaan bisa dioptimalkan. kami berharap tidak ada potensi penerimaan pajak serta kepabeanan yang disembunyikan oleh wajib pajak," tandas dia.(daz-17)