16 April 2018 | Hukum

Dua Orang Jadi Tersangka

  • Kasus Tari Erotis di Pantai Kartini

JEPARA - Dua orang ditetapkan sebagai tersangka pentas tari erotis pada acara kumpul komunitas Yamaha N-Max di Pantai Kartini Jepara.

Sebelumnya, Sabtu (14/4), polisi membubarkan acara tari erotis tersebut. Belasan orang panitia dimintai keterangan dua di antraanya ditetapkan sebagai tersangka. Kapolres Jepara Yudianto Adhi Nugroho menjelaskan, izin acara ke Polres hanya pentas musik organ tunggal. 

Dalam susunan acara juga tidak menyebutkan akan ada penampilan DJ dan tari erotis. Kapolres menuturkan, sebelum ada tarian erotis, anggota yang bertugas sudah memberikan peringatan agar penyanyi tidak mengenakan pakaian terlalu vulgar. 

Namun beberapa saat kemudian, justru muncul tari erotis sehingga acara dibubarkan. ”Saat ini penari masih dalam pencarian. Saat mau diamankan, penari sudah tidak ada di tempat. 

Nanti akan kami kenakakan UU Pornografi dan Pornoaksi dengan ancaman hukuman minimal dua tahun dan maksimal 15 tahun kurungan,” tandas Yudianto. Dia juga mengatakan, dua tersangka adalah B dan H. H sebagai tersangka pendana tarian erotis, sementara B yang mengarahkan penarinya. ”Keduanya ditahan,” ucapnya. 

Polisi belum mau membeberkan identitas detail kedua tersangka, termasuk identitas ketiga penari erotis itu. Untuk ketiga penari, pihaknya masih melakukan pencarian. Info yang didapat, ketiganya berasal dari Semarang. 

Disinggung mengapa penari tak bisa ditangkap saat acara, Kapolres menuturkan jika saat acara, anggota polisi yang datang fokus mencari panitia sehingga ketiga penari melarikan diri. ”Kami imbau sebaiknya mereka (penari) menyerahkan diri,” tuturnya. 

Menyebar 

Dalam acara di Pantai Kartini itu, ada tiga penari wanita yang pentas hanya mengenakan bikini. Video tarian erotis itu cepat menyebar melalui aplikasi perpesanan instan dan media sosial Facebook, Sabtu (14/4) sore. Manajer Pantai Kartini Joko Wahyu Sutejo membenarkan jika ada acara komunitas Yamaha N-Max di pantai yang pihaknya kelola. 

Dia juga membenarkan jika ada tarian erotis yang ditampilkan. ”Kami sangat menyayangkan ada tarian erotis. Kurang pas jika ditampilkan di tempat umum. Terlebih Pantai Kartini juga dikunjungi anak-anak,” ujar Joko. 

Soal perizinan untuk memakai lokasi, Joko mengaku jika panitia sudah berkordinasi sejak dua pekan lalu. Izin untuk menyelenggarakan acara sudah pihaknya terima dua pekan lalu. Namun pihak panitia tak memberikan detail rangkaian acara yang digelar. 

Berdasar izin, acara digelar hingga pukul 16.00. ”Kita sudah bertemu pihak panitia dua minggu lalu. Mereka hanya memberi keterangan pinjam tempat untuk ultah NMAX dan hiburan dangdut, itu saja. 

Untuk izin, kami hanya memberikan rekomendasi, selanjutnya izin diberikan Polres Jepara. Setahu kami, kalau sudah diberi izin oleh Polres, ya sudah beres,” tuturnya.(adp-50)

SMCETAK TERKINI