17 April 2018 | Fokus Jateng

Pengguna Jasa Protes Kenaikan Tarif Kontainer

SEMARANG- Sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Logistik dan Forwarders Indonesia (ALFI) dan Gabungan Importir Nasional Indonesia (GINSI) Jawa Tengah menyatakan protes terhadap kenaikan tarif lift on dan lift off (LOLO) kontainer ekspor-impor.

Mereka menilai kenaikan tarif itu tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. ‘’Kami belum bisa menerima kenaikan tarif itu. Kenaikan itu masih sepihak, belum ada pembahasan bersama dengan pengguna jasa,’’ kata Ketua ALFI Jawa Tengah, Ari Wibowo kepada Suara Merdeka, kemarin.

Dia meminta kepada penyedia jasa, dalam hal ini adalah perusahaan depo petikemas, melakukan pembahasan terlebih dahulu dengan pihak pengguna jasa. Sebab, tanpa ada kesepakatan harga, kenaikan itu tidak bisa diterima. Pengurus ALFI lainnya, Mario Teguh menjelaskan, kenaikan tarif itu diberlakukan oleh salah satu perusahaan depo. Tetapi, hal itu belum dibicarakan dengan asosiasi depo, yakni Asdeki.

Dijelaskan, kenaikan tarif oleh salah satu depo itu meliputi tarif LOLO ekspor dan impor. Untuk tarif LO ekspor kontainer 20 feet adalah Rp 230.000, administrasi Rp 25.000, Pnp Rp 25.000. Jadi total, Rp 280.000/kontainer. Untuk lift on ekspor 40 feet Rp 345.000, administrasi Rp 25.000, dan Pnp Rp 37.000.

Jadi, total biaya Rp 407.000/kontainer. Adapun biaya lift off ekspor, kata dia, untuk 20 feet Rp 230.000, kebersihan Rp 150.000, administrasi Rp 25.000, dan Pnp Rp 40.000. Total biaya Rp 445.500/kontainer. Sedangkan, lift off ukuran 40 feetRp 345.000, kebersihan Rp 300.000, administrasi Rp 25.000 dan Pnp Rp 67.000. Total biaya Rp 737.000/kointainer. ‘’Sesuai dengan pengumuman perusahaan yang bersangkutan, tarif diberlakukan sejak 1 April lalu,’’katanya.

Tarif Sebelumnya

Pada 2017, lanjut dia, tarif LOLO sekitar Rp 230.000/kontainer (20 feet), Rp 320.000/kontainer (40 feet) dan biaya administrasi Rp 20.000/kontainer. Selanjutnya, biaya kebersihan Rp 120.000/kontainer (20 feet), Rp 170.000/kontainer (40 feet). Biaya itu belum termasuk PPN 10 persen. Adapun kebersihan NYK adalah Rp 150.000/kontainer (20 feet) dan Rp 225.000/kontainer (40 feet). Kedua variabel ini sudah termasuk PPN 10 persen. Ketua Advokasi ALFI Jateng, Tri Sulistyanta menyayangkan kenaikan tarif itu.

Sebab, belum dilakukan pembahasan antara penyedia dan pengguna jasa. Jika diterapkan, dia menilai hal itu melanggar Peraturan Kemenerian Perhubungan No 86 Tahun 2016. Adapun sanksinya, izin usaha perusahaan yang bersangkutan bisa dicabut oleh pihak operator pelabuhan atau dinas terkait. Ketua GINSI Budiatmoko, berharap kepada perusahaan depo atau asosiasi bersangkutan melakukan pembahasan bersama.

Hal itu penting agar persoalan itu tidak berlangsung berlaru-larut. Ketua Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (Asdeki) Jawa Tengah Hermanto membenarkan adanya kenaikan sepihak itu. Untuk itu, dia akan membahas soal itu dengan pengguna jasa. Dalam waktu dekat, diupayakan sudaj selesai. ‘’Besok kami bahas lagi dengan pihak lainnya,’’ katanya.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Laut KSOPTanjung Emas, Pradigdo menyatakan, menindaklanjuti keluhan pengguna jasa, pihaknya telah memfasilitasi pertemuan di kantor KSAOP, Kamis (12/4) lalu. Namun, sampai saat itu belum ada kesepakatan. ëíSelama belum ada kesepakatan antara kedua belah pihak, tarif itu tidak bisa diberlakukan. Saya harapkan, persoalan itu sudah dibahas dan bisa disepakati bersama,íí katanya.(G5-59)