17 April 2018 | Internasional

Trump Ancam Penjarakan Mantan Direktur FBI

  • Geram Disebut Tak Layak Jadi Presiden

WASHINGTON- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan memenjarakan mantan Direktur Biro Penyelidikan Federal (FBI) James Comey. Trump menuding Comey telah membocorkan informasi rahasia dan berbohong ke Kongres AS. Ancaman itu dilontarkan Trump menyusul pengakuan Comey yang menyatakan bahwa dia pernah ditekan oleh Trump untuk menyatakan loyalitas.

Dalam wawancara eksklusif dengan ABC News yang tayang Minggu (15/4) waktu setempat terkait buku barunya ‘A Higher Loyalty: Truth, Lies and Leadership’, Comey mengakui judul bukunya diambil dari ”percakapan aneh” antara dirinya dengan Trump di Gedung Putih pada Januari 2017, sesaat usai Trump dilantik. Comey juga menyebut Trump seperti ”bos mafia” dan ”secara moral tidak pantas menjadi Presiden AS”. Buku Comey yang akan dirilis Selasa (17/4) waktu setempat.

Via Twitter, Trump memberikan reaksi keras terhadap buku serta wawancara Comey dengan ABC News itu. Dengan nada marah, Trump menyebut Comey ”slippery” atau licik dan ”slimeball” atau orang yang buruk. Trump juga menyebut Comey sebagai direktur FBI terburuk dalam sejarah. Pada salah satu komentarnya, Trump menuding Comey banyak melakukan pelanggaran dan layak dipenjara.

Bocorkan Rahasia

”Pertanyaan-pertanyaan besar tidak terjawab dalam buku Comey yang direview buruk. Misalnya pertanyaan soal bagaimana dia membocorkan Informasi Rahasia (penjara), mengapa dia berbohong ke Kongres (penjara), mengapa DNC (Komite Nasional Partai Demokrat) menolak memberikan server ke FBI (mengapa mereka tidak MENGAMBIL- nya), mengapa memo palsu, 700 ribu dolar AS untuk McCabe dan lebih banyak lagi?” kata Trump via Twitter.

Trump memecat Comey pada Mei tahun lalu. Pemecatan itu memicu kekisruhan karena FBI tengah menyelidiki hubungan tim kampanye Trump 2016 dan ikut campur Rusia dalam pemilihan umum AS. Rusia menampik mengintervensi pemilu. Demikian juga Trump yang menepis tudingan kolusi atau tindakan tak pantas apapun.

Reuters memperoleh salinan buku Comey sebelum dirilis secara resmi. Di dalamnya, Comey menulis bahwa Trump dalam satu pertemuan pribadi, menuntut kesetiaannya yang saat itu masih menjabat sebagai direktur FBI.

Namun hal itu dibantah oleh Trump. ”Saya tak pernah meminta Comey memberikan kesetiaan personalnya. Saya bahkan tak kenal orang ini. Hanya satu dari banyak kebohongannya. ”Memo”-nya ditulis untuk kepentingan diri sendiri dan palsu!” kata Trump di Twitter.(rtr,cnn-mn-53)