image

SM/Noor Efendi - PEMANASAN SAAT JEDA : Pemain Persipa melaksanakan pemanasan saat jeda pertandingan di Stadion Joyokusumo, baru-baru ini. (48)

17 April 2018 | Suara Muria

Persipa Bertekad Tak Lepaskan Laga Kandang

PATI  - Kendati kembali mengalami kekalahan besar, saat dijamu Persekat Kabupaten Tegal (0-5), Persipa tetap optimistis menatap ke depan. Pelatih Persipa Slamet Riyadi mengutarakan, timnya tidak akan larut dalam keterpurukan dan siap bangkit.

Dia bertekad untuk tidak begitu saja melepas laga ke depan. Laskar Saridin bakal menjalani laga kandang pertama di putaran kedua, Rabu (18/4).

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Joyokusumo itu, Persipa akan menjamu Persibara Banjarnegara. Misi revans menjadi pilihan tim kebanggaan warga Pati karena di laga putaran pertama ditumbangkan 0-2.

Dia mengaku, terus melakukan pendekatan kepada para pemain. Mereka diminta untuk berlaga dengan kebanggaan membawa nama daerah. ”Semangat kedaerahan terus kami tekankan kepada anak-anak. Semoga bermain di kandang nanti dapat tampil maksimal,” ujarnya, kemarin.

Lolos Fase Grup

Peluang Persipa untuk lolos fase grup relatif berat. Hal itu setelah dalam lima laga yang telah dilakoni, Dwi ”Dawer” Cahyono dan kawankawan hanya menang sekali.

Selebihnya menelan kekalahan dengan gol yang bersarang rata-rata lebih dari dua. Ketua Umum Persipa Saiful Arifin menjelaskan, tim Persipa kali ini merupakan proyeksi jangka panjang. Mengingat, pemain muda yang direkrut bakal dibina secara berkelanjutan.

Pada Liga 3 musim ini, lanjut dia, misi yang diusung pihaknya adalah penyelamatan Persipa. Tim kebanggaan warga Pati harus dapat mengikuti kompetisi agar tidak terkena sanksi dari Asprov PSSI Jateng. ”Kami baru akan membidik prestasi pada 2019.

Untuk musim ini baru tahap pembinaan,” katanya. Skuad Persipa kali ini banyak dihuni pemain berusia antara 18-20 tahun. Semua pemain berasal dari lokal Pati, termasuk tiga pemain senior, yakni Dwi Cahyono, Joko ”Benyor” Purwanto, dan Ragil Putut Widodo. Kendati masuk kategori senior, usia ketiga pemain masih di bawah 25 tahun.

Namun, mereka relatif berpengalaman dalam kompetisi. Dwi pernah memperkuat PSIR Rembang, sedangkan Joko sempat berkostum Persikaba Blora. Adapun Putut sebelum ber-jersey Persipa memperkuat Persijap Jepara.(H49-48)

SMCETAK TERKINI