17 April 2018 | Solo Metro

Pembebasan Lahan Tambahan Tinggal di Dua Desa

SRAGEN- Hingga saat ini, proses pembebasan lahan tambahan untuk proyek pembangunan tol Solo-Kertosono (Soker) terus dilakukan.

Untuk pembebasan lahan tambahan, proses yang masih tersisa tinggal menyelesaikan musyawarah harga untuk dua desa, yakni Kebonromo di Kecamatan Ngrampal dan Banyuurip, Kecamatan Sambungmacan. Sementara yang lainnya sudah menerima uang ganti rugi (UGR) atau menunggu mendapat UGR. Terdapat 835 bidang. Pembebasan lahan tambahan tersebar di 17 desa di enam kecamatan, antara lain Masaran, Sidoharjo, Sragen, Ngrampal, Gondang dan Sambungmacan.

Untuk pembebasan lahan tambahan ini diharapkan bisa tuntas pada akhir bulan ini. Sekretaris Panitia Pengadaan Lahan Kabupaten Sragen Wahyu Dwi Hari Prasetya mengatakan, untuk pembebasan lahan tambahan tinggal sedikit yang tersisa. Sedangkan yang lain sudah menerima uang ganti rugi. ‘’Untuk pembebasan lahan tambahan, kami tinggal musyawarah harga untuk Kebonromo 101 bidang dan Banyuurip sembilan bidang. Rencana musyawarah akan diadakan Kamis (19/4) lusa,’’kata Wahyu, Senin (16/4).

Tunggu Izin Gubernur

Pada Selasa (17/4) ini, juga dilakukan pembayaran UGR untuk lahan warga yang terdampak di Desa Toyogo, Sambungmacan. Wahyu yang juga Kasubsi Pendataan Tanah Pemerintah pada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sragen, jumlah lahan tambahan yang dibebaskan bisa bertambah, bila memang ada tambahan lagi sesuai yang dibutuhkan. Tambahan lahan itu masih menunggu izin penetapan lokasi (penlok) dari Gubernur Jawa Tengah yang belum turun. ‘’Itu ada berapa bidang kami belum tahu, tapi katanya ada sekitar 500 bidang. Kami belum tahu karena izin penlok-nya belum kami terima,’’ tandasnya.

Tambahan lahan itu juga belum termasuk untuk kebutuhan interchange (IC) tambahan yang ada di daerah Sambungmacan, yang rencananya berlokasi di Desa Gringging. Wahyu mengungkapkan, berdasarkan informasi rencananya ruas tol Soker bakal dioperasionalkan menjelang Ramadan mendatang. Yakni mulai dari Kartasura hingga IC Sragen, yang ada di kawasan Pungkruk, Desa Jetak dan Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo. Setelah itu, dilanjutkan ruas Sragen hingga ke Ngawi. ‘’Semuanya juga masih menunggu kelayakan dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang,’’ katanya.

Bila kelayakannya sudah memenuhi syarat, bukan tidak mungkin ruas jalan bebas hambatan penghubung Jawa Tengah dan Jawa Timur sepanjang total 181 km itu bisa segera beroperasi. ‘’Kami tugasnya hanya membebaskan lahan saja,’’ tegasnya.(H53-73)

SMCETAK TERKINI