17 April 2018 | Berita Utama

Akademi Bela Negara Nasdem Klaim Cetak Kader Militan

JAKARTA- Akademi Bela Negara (ABN) yang didirikan oleh Partai Nasdem menjadi kawah bagi kader partai tersebut sebelum terjun ke masyarakat. ABN memiliki dua program yakni reguler dengan lama pendidikan empat bulan dan pendidikan waktu pendek tujuh hari. ‘’Para kader dari berbagai daerah kami didik di sini untuk menjadi kader yang cerdas, militan, terampil, memiliki loyalitas, kepatuhan dan kerja keras. Tapi yang lebih utama adalah, para lulusan dapat memahami konteks karakter kepribadian yang baik dan memiliki wawasan kebangsaan,’’ ungkap Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) Nasdem, I Gusti Kompyang (IGK) Manila, saat menerima kunjungan wartawan dari Jateng di kampus ABN Partai Nasdem, di Jalan Pancoran Timur II, Jakarta Selatan, pekan lalu.

Manila menjelaskan, ABN merupakan lembaga pendidikan yang diprakarsai Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Metode pembelajaran di ABN seperti program kuliah pada umumnya. Sebanyak 48 SKS harus ditempuh selama empat bulan. Mereka menjalani pendidikan lima hari dalam seminggu dengan waktu efektif delapan jam per hari. Saat ini, ABN Nasdem telah mencetak sekitar 400 orang kader dari angkatan pertama.

Jangka Pendek

Adapun untuk program jangka pendek telah meluluskan lebih dari 600 kader dari berbagai wilayah di tanah air. ‘’Untuk masuk dalam program reguler juga melalui seleksi dengan persyaratan minimal pendidikan Diploma II. Peserta tidak dipungut biaya, mereka justri mendapat uang saku dan seluruh kebutuhan hidup selama menjalani pendidikan dipenuhi ABN,’’jelas purnawirawan TNI berpangkat Mayjen tersebut.

Ia menambahkan latar belakang Nasdem mendirikan ABN karena ingin menjaga stabilitas kebangsaan dan karakter bangsa. Sebab, persoalan kebangsaan juga menjadi tanggung jawab partai politik.

Menurut Manila, komitmen menjaga nilai-nilai kebangsaan tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. ‘’Kami tidak bermaksud menyaingi lembaga pendidikan pertahanan yang sudah didirikan pemerintah. Namun, kami ingin mengambil peran untuk dapat mendidik warga masyarakat agar memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Sebab, dengan sistem pendidikan maupun kurikulum yang ada kami optimistis dari sinilah akan lahir politikus maupun pimpinan masa depan yang memiliki etika,’’ujarnya.

Mengenai adanya anggapan bahwa ABN ini identik dengan militer, Manila menegaskan di lembaga tersebut sama sekali tidak ada pendidikan militer. Namun, diakuinya nilai-nilai kedisiplinan dalam militer ikut diterapkan. Dalam kunjungan selama dua hari ini, para jurnalis diajak berkeliling ke kampus ABN yang jauh dari kesan militer.(G2-39)