image

SM/@bpsprovjateng : SAMPAIKAN KETERANGAN : Kepala Bidang (Kabid) Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Sri Herawati menyampaikan keterangan pada para wartawan, baru-baru ini. (66)

17 April 2018 | Berita Utama

Ekspor Jateng Naik 12,26 Persen

  • Produk Tekstil Penyumbang Terbesar

SEMARANG- Nilai ekspor Jawa Tengah (Jateng) pada Maret 2018 naik signifikan sebesar 12,26% mencapai 571,54 juta dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan ekspor bulan Februari 2018 senilai 509,11 juta dolar AS.

Produk tekstil dan barang tekstil, kayu serta bermacam barang hasil pabrik menjadi tiga komoditas utama yang mempunyai nilai ekspor tertinggi selama periode Januari-Maret 2018. Kepala Bidang (Kabid) Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, Sri Herawati mengungkapkan, tekstil memberi andil terbesar mencapai 42,80%, sedangkan kayu dan barang dari kayu andilnya sebesar 15,51%.

Dari sisi komoditas migas dan nonmigas, ekspor migas juga mengalami kenaikan 63,56% yakni dari sebelumnya 16,47 dolar AS pada Februari naik menjadi 26,94 juta dolar. Untuk ekspor komoditas nonmigas sebesar 544,60 juta dolar AS atau naik 10,55?ri ekspor nonmigas Februari 2018 yang sebesar 492,63 juta dolar AS. ‘’Peningkatan ekspor mencapai 12,26?n secara kumulatif Januari-Maret 2018 mencapai 1.620,5 juta dolar AS atau naik 12,04?ri ekspor periode yang sama tahun 2017,’’ papar Sri Herawati, Senin (16/4).

Adapun negara pangsa pasar utama ekspor Jateng selama periode Januari-Maret 2018 adalah AS, Jepang, dan Tiongkok. Ekspor kumulatif ke ketiga negara pada periode tersebut masingmasing sebesar 436,68 juta dolar AS, 214,50 juta dolar AS, dan128,62 juta dolar AS.

Peranan ketiga negara tersebut terhadap ekspor Jateng periode Januari- Maret 2018 mencapai 48,13%. Menurut Sri Herawati, ekspor Jateng ke kawasan ASEAN pada tiga bulan pertama tahun ini mencapai 159,09 juta dolar AS atau menyumbang sebesar 9,82% terhadap total ekspor Jateng.

Ekspor ke kawasan Uni Eropa tercatat sebesar 213,59 juta dolar AS atau menyumbang 13,18?n ekspor ke kawasan negara-negara utama lainnya tercatat sebesar 982,24 juta dolar AS.

Impor Menurun

Sementara itu, nilai impor Jateng bulan Maret 2018 mencapai 1.059,23 juta dolar AS atau turun sebesar 8,42% dibanding impor Februari 2018. Bila dibanding Maret 2017 year on year (yoy) nilai impor Maret 2018 mengalami kenaikan sebesar 19,28% sebesar 171,20 juta dolar AS. Impor kumulatif Januari-Maret 2018 mencapai 3.249,62 juta dolar AS naik 28,45?ri impor kumulatif Januari-Maret 2017 sebesar 2.529,86 juta dolar AS. Adapun untuk kinerja ekspor nasional bulan Maret, BPS mencatat naik 6,14% yoy senilai 15,58 miliar dolar AS. Secara bulanan, ekspor Maret tumbuh 10,24% dibandingkan Februari. ”Nilai ekspor secara bulanan tumbuh 10,24%. Ekspor nonmigas tumbuh 11,77% sementara ekspor migas turun 3,81%. Kalau dibedah penurunan ekspor migas disebabkan kenaikan ekspor minyak mentah dan hasil minyak, yang menurun ekspor gasnya,” kata Kepala BPS, Suhariyanto di Jakarta, Senin (16/4).

Dia menjelaskan, selama Februari-Maret, harga minyak mentah mengalami sedikit kenaikan. Pada Februari 2018 sebesar 61,61 dolar AS per barel, Maret menjadi 61,87 dolar AS per barel. ”Tentunya kenaikan yang tipis akan berpengaruh pada ekspor dan impor migas,” katanya.

Untuk ekspor komoditas, lanjut Suhariyanto, ada yang naik dan ada yang turun. Adapun ekspor cokelat, karet, dan jagung tercatat meningkat. ”Ekspor nonmigas yang turun di antaranya batu bara,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, nilai ekspor pada Maret 2018 lebih tinggi dari periode yang sama beberapa tahun ke belakang. Pada Februari 2016 ekspor tercatat 11,81 miliar dolar AS dan 2017 14,68 miliar dolar AS.(J14,dtc-55)

SMCETAK TERKINI