image

Foto: suaramerdeka.com / dok

20 Maret 2018 | 09:55 WIB | MotoGP

KSP Moeldoko Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah MotoGP

JAKARTA, suaramerdeka.com- Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mendukung terwujudnya mimpi besar Indonesia menjadi tuan rumah ajang MotoGP di sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat. Moeldoko meminta agar tim kepanitiaan segera dibentuk lalu segera dikukuhkan.

Hal ini disampaikan Moeldoko saat menerima kunjungan Tinton Suprapto dan Ananda Mikola guna membicarakan rencana tindak lanjut penyelenggaraan MotoGP di Indonesia, Senin (19/3). “Segera melangkah, koordinasi dan bersinergi,” tegas Moeldoko.

Menurut Moeldoko, dengan menjadi tuan rumah ajang berkelas internasional ini akan menguntungkan Indonesia dari berbagai aspek. Baik itu aspek ekonomi, otomotif, dan tentu saja pariwisata. "MotoGP kita tahu penggemarnya banyak sekali di dunia, termasuk Indonesia. Ini akan menguntungkan bagi Indonesia dan mengharumkan nama Indonesia di mata internasional," jelas Moeldoko.

Dijelaskannya, dari aspek pariwisata, MotoGP akan bisa mendatangkan wisatawan mancanegara dan nusantara. Dari pergerakan wisatawan ini, akan memberikan dampak terhadap ekonomi masyarakat. "Para penggemar MotoGP akan datang dari berbagai negara, khususnya negara tetangga. Hotel-hotel di Jakarta dan sekitar sirkuit akan terisi. Mereka juga akan berbelanja di Jakarta. Dan atlet balap Indonesia akan termotivasi untuk meningkatkan prestasi," papar mantan Panglima TNI ini.

Tinton mengatakan, dampak penyelenggaraan MotoGP sangat bagus. Pemerintah dipastikan untung seperti negara-negara yang sudah menjadi tuan rumah ajang bergengsi ini. "Itulah sebabnya pada 2018 ini Spanyol dan Italia sampai empat kali dan dua kali jadi tuan rumah. Negara tetangga kita pun, Malaysia, Thailand, dan Australia masuk dalam kalender resmi MotoGP 2018 ,” kata Tinton.

Digemari Berbagai Segmen

Ananda Mikola menambahkan, MotoGP menjadi olahraga otomotif yang digemari berbagai segmen masyarakat Indonesia, dari kalangan atas hingga bawah.  “Beda dengan F1 yang hanya disukai lapisan masyarakat tertentu,” kata pembalap yang pernah tampil di ajang Formula 3000, Asian Formula 3, hingga A1 Grand Prix itu.

Sisi bisnis MotoGP dapat terlihat dari persaingan tiga pabrikan motor yang pangsa pasar besarnya ada di Indonesia. “Bayangkan, di motor para pembalap MotoGP terpasang slogan berbahasa Indonesia: Satu Hati dari tim Repsol Honda, Nyalakan Nyali dari Suzuki Ecstar, dan Semakin di Depan milik Movistar Yamaha,” papar Ananda Mikola.

Seperti diketahui, pada 28 September 1997 silam, Sirkuit Sentul pernah menggelar MotoGP. Saat itu Valentino Rossi turun di kelas 125 cc dan jadi juara dengan bendera Aprilia, sementara kelas 250 cc dijuarai Max Biaggi dari Honda.

Adapun podium nomor bergengsi 500 cc dipuncaki trio Honda dengan urutan juara Tadayuki Okada (Jepang) diikuti Mick Doohan (Australia) dan Alex Criville (Spanyol). “Saat itu, gelaran MotoGP tak bisa dilanjutkan lagi di Indonesia karena krisis ekonomi,” kenang Tinton.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Sirkuit Internasional Sentul pada 6 Maret lalu. Saat itu Presiden mendengarkan rencana dari Tinton Suprapto dan Ananda Mikola untuk mengaktifkan kembali Sirkuit Sentul yang dipersiapkan menjadi tuan rumah ajang MotoGP.

Presiden Jokowi menyatakan bahwa pemerintah mendukung peluang Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP pada 2020. Rencana penyelenggaraan MotoGP di Sentul diakui Presiden Jokowi sangat mendukung potensi pariwisata yang ada di Indonesia. Apalagi bila hal tersebut dikaitkan dengan jumlah penggemar olahraga balap motor yang juga sangat banyak.

(Andika Primasiwi /SMNetwork /CN26 )