image

Foto: suaramerdeka.com / Arif M Iqbal

06 April 2018 | 01:48 WIB | Raket

PP Pelti Rekrut Pelatih Asal Belanda

JAKARTA, suaramerdeka.com- PP Pelti resmi mengikat pelatih asal Belanda, Frank van Fraayenhoven untuk meningkatkan olahraga tenis Indonesia. Frank diikat selama dua tahun hingga 2020. Ketua Umum PP Pelti Rildo Ananda Anwar mengatakan, Frank akan ditugaskan keliling Indonesia untuk melatih petenis usia muda. Dia ditarget bisa memunculkan petenis berkualitas dan bisa bersaing di tingkat internasional.

"Dia (Frank) tidak akan stay di Jakarta karena manfaatnya tidak maksimal. Dia akan melatih pemain di daerah-daerah, mungkin di Purwokerto, sekitar Jawa Tengah atau Jogja, setelah itu ke Makassar seminggu dan seterusnya. Setelah melatih, bulan berikutnya akan datang lagi ke kota itu untuk melihat perkembangannya seperti apa," ujar Rildo saat acara ramah tamah dan pengenalan Frank van Fraayenhoven kepada media di Kantor Irjen Kemenpupera, Jakarta, Kamis (5/4).

Meski dikontrak selama dua tahun, namun kinerja pelatih Belanda itu tetap akan dievaluasi secara rutin. Jika tak mampu mencetak petenis handal, bisa jadi Frank akan dikembalikan ke negaranya. "Target yang kami harapkan kepada Frank adalah bisa menelurkan pemain yang punya ranking. Dia akan dievaluasi oleh tim pembinaan Pelti setiap bulan," jelasnya.

Sementara itu, pelatih Frank van Fraayenhoven siap menjalankan tugas yang dibebankannya. Dia mengaku sudah mengetahui kualitas pemain Indonesia. Menurutnya, jika diasah secara baik, petenis dari negara ini bisa bersaing dengan pemain luar negeri.

"Pemain kita bakatnya besar sekali, sekarang tinggal bagaimana mengembangkan kemampuan mereka. Saya berharap waktu dua tahun nanti benar-benar bisa membagikan ilmu kepada pemain Indonesia. Setelah saya pulang, ilmu itu bisa dipraktikkan," ujar Frank.

Dia juga siap melatih sesuai arahan PP Pelti. Saat mengembangkan petenis muda, Frank akan fokus pada empat hal, yaitu teknik, taktik, mental dan fisik. "Keempat pendekatan itu menjadi satu kesatuan, tidak boleh dipisah. Kalau dulu teknik prioritas pertama, tapi sekarang tidak. Mental juga sangat penting," ujarnya.

(Arif M Iqbal /SMNetwork /CN26 )