image

CURUG SIRAWE : Dua tokoh masyarakat Bitingan, Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Watno (kiri) dan Ta'in berada di gardu pandang kompleks objek wisata Curug Sirawe. (suaramerdeka.com / Ali Arifin)

17 April 2018 | 06:59 WIB | Wisata

Potensi Curug Sirawe Akan Dipotimalkan

KELOMPOK  Sadar Wisata (Pokdarwis) Bitingan, Kepakisan, Batur, Banjarnegara, bertekad menggali dan mengoptimalkan potensi wisata di lingkungan tempat mereka tinggal. Sebab, di lokasi permukiman warga Bitingan ada Curug Sirawe. Hal itu ditegaskan Watno, ketua Pokdarwis Bitingan, baru-baru ini.

"Curug Sirawe sangat potensial sebagai objek wisata berbasis alam. Namun karena akses ke lokasi cukup sulit, maka keberadaannya belum begitu banyak dikenal masyarakat luas," jelasnya.

Untuk itu, Pokdarwis Bitingan berusaha mengoptimalkan potensi Curug Sirawe termasuk alam di Dukuh Bitingan yang begitu indah. Antara lain dengan mengenalkan Curug Sirawe kepada masyarakat luas melalui berbagai media massa dan media sosial.

"Jika Curug Sirawe bisa dikenal masyarakat luas dan akses menuju ke lokasi juga mudah, maka dukuh kami akan ramai dikunjungi para turis lokal maupun manca. Untuk itulah kami sangat berharap bantuan pemerintah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta dinas atau instansi terkait lainnya di Kabupaten Banjarnegara."

Bantuan yang dimaksud antara lain adalah pembangunan infrastruktur, berupa pengecoran jalan dari kawasan objek wisata Kawah Sileri ke jalan Dukuh Bitingan. Sebab, masih ada sekitar dua km jalan penghubung Sileri-Bitingan yang belum dicor beton.

"Selain itu juga bantuan pembuatan jalan setapak dari jalan raya Sileri-Bitingan ke lokasi Curug Sirawe yang  jaraknya hanya sekitar 300-an meter. Sebenarnya warga sudah gotongroyong membangun jalan setapak menuju curug, namun belum sepenuhnya dan itu baru dari arah barat," ujarnya.

Jika pemerintah memberikan bantuan dana untuk membangun jalan setapak dari arah timur atau langsung dari jalan raya Sileri-Bitingan, tentu turis akan lebih mudah mencapai lokasi curug.

Bawang-Dieng

Lebih jauh Watno yang didampingi Ta'in, tokoh masyarakat Bitingan yang lain, menambahkan bahwa selain curug, Dukuh Bitingan juga ada sumber air panas. Dengan sentuhan ahli di bidang objek pariwisata, tentu potensi itu bisa dimanfaatkan untuk membuat pemandian air panas. "Pemerintah bisa membangun pemandian air panas dan kami, warga yang tergabung dalam Pokdarwis Bitingan yang mengelolanya. Sehingga kami tidak hanya bergantung dari menanam kentang dan beragam jenis sayuran lainnya."

Dia menjelaskan, bahwa Dukuh Bitingan dihuni sekitar 360 orang (110 KK). Sekitar 80 persen di antaranya bermatapencaharian butuh tani atau buruh ladang. ''Jika dibangun infrastrukur dan fasilitas penunjang serta didatangkan mentor untuk mengajari warga agar bisa mengelola objek wisata dengan baik, tentu warga Bitingan bisa hidup berkecukupan. Selama ini sebagian besar warga hanya mengandalkan tanaman kentang dan sayuran lainnya,'' ujarnya.

Lebih jauh Ta'in menambahkan bahwa sebenarnya warga Bitingan sangat senang dengan pembangunan jalan tembus Bawang-Dieng oleh Pemprov Jateng. Karena masyarakat dari arah Pantura bisa langsung ke Dieng melewati Dukuh Bitingan. Sayangnya proyek pengecoran jalan tembus itu hanya dari Deles-Bintoromulyo.

''Padahal jarak Dukuh Bintoromulyo, Pranten, Bawang, Batang sampai ke Dukuh Bitingan, Kepakisan, Batur, Banjarnegara tinggal sekitar 2 km. Mengapa tidak diteruskan. Ini yang sangat kami sayangkan.''

(Ali Arifin /SMNetwork /CN26 )